Apa yang dimaksud dengan kaki datar?

Telapak kaki pada umumnya memiliki lengkungan pada bagian dalamnya di antara tumit dan ibu jari kaki yang fungsinya menyebarkan berat badan pada telapak kaki dan paha secara merata saat berdiri atau berjalan. Kaki datar (flat foot) atau yang sering disebut kaki bebek merupakan kondisi dimana lengkungan kaki ini tidak ditemukan sehingga telapak kaki tampak datar. Secara medis keadaan ini dikenal dengan istilah pes planus.

Anda dapat melihatnya saat cap kaki dilakukan, seluruh telapak kaki akan tampak pada kertas karena seluruh permukaannya terwarnai tinta cap. Kondisi ini sangat umum terjadi pada ras Asia dimana 1 dari 5 orang memilikinya.

Kaki datar pada anak terbagi menjadi 2 tipe, yaitu:

  • Tipe fleksibel. Pada tipe ini anak masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan berolahraga tanpa mengeluhkan apapun sehingga kondisi ini masih tergolong variasi bentuk kaki yang normal. Pada tipe ini terkadang lengkungan kaki masih dapat terlihat saat anak duduk, namun hilang saat anak berdiri dan menahan beban tubuh.
  • Tipe rigid. Pada tipe yang lebih jarang ditemui ini, anak akan mengeluhkan nyeri atau gangguan lainnya saat beraktivitas. Flat foot tipe rigid biasanya terjadi pada anak dengan masalah di tulang kaki.

Apa penyebab kaki datar pada anak?

Kaki datar / Flat foot pada anak disebabkan oleh perkembangan tulang dan jaringan pada kaki yang belum sempurna. Tendon di kaki pada bayi dan balita masih membutuhkan waktu untuk mengencang dan membentuk lengkungan telapak kaki. Bila proses pengencangan ini tidak berjalan sempurna seiring pertumbuhan anak, telapak kaki akan menjadi datar secara permanen. Pada beberapa kasus walaupun jarang terjadi, tulang-tulang telapak kaki berfusi (menyatu) sehingga menimbulkan flat foot yang rigid dan disertai rasa nyeri. Untuk jenis ini perlu penanganan operatif.

Lengkungan kaki yang seharusnya terbentuk berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur distribusi dari berat balita yang harus ditopang oleh kaki. Selain perkembangan lengkungan kaki yang gagal, beberapa penelitian juga menyatakan pembentukan tulang – tulang pada telapak kaki saat anak masih dalam kandungan juga dapat meningkatkan kejadian kaki datar pada balita.

Ada beberapa keadaan yang juga dapat menyebabkan kaki datar pada balita. Keadaan tersebut antara lain adalah:

  • otot betis balita yang terlalu tegang
  • pergelangan kaki yang terlalu fleksibel, dan
  • gangguan keseimbangan tubuh akibat persendian lain seperti pada sendi lutut atau pinggul sehingga telapak kaki mendapat tekanan yang berlebih dan menyebabkan kaki pada balita menjadi datar.
  • bisa juga diakibatkan oleh gen yang diturunkan oleh orang tua.

Wajarkah kaki datar terjadi pada balita?

Pada sebagian besar anak, terutama balita, kaki datar bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan orangtua, sebab hal ini merupakan bagian dari proses perkembangan yang akan dimulai saat anak mulai berjalan yaitu di usia 2 hingga 3 tahun dan kemudian menjadi sempurna pada usia 5 tahun pada 95% balita. Karena itu hampir semua anak yang mengalami keadaan ini dapat menjadi normal pada usia enam tahun. Namun bagi anak-anak yang tetap mengalami kondisi kaki datar hingga dewasa maka mungkin akan timbul keluhan di kemudian hari dan karena itu sebaiknya melakukan perawatan khusus.

Tanda – tanda anak anda mengalami Kaki Datar / Flat Foot

            Hampir kebanyakan dari balita yang memiliki kaki datar tidak mengalami gejala apapun yang mengganggu secara langsung. Berikut merupakan beberapa hal yang perlu kita perhatikan pada anak

  • Pada saat anak berjalan di tanah yang empuk tanpa beralaskan kaki maka anak akan meninggalkan jejak yang tidak memperlihatkan lengkungan kaki.
  • Anda hanya dapat melihat jari – jari tepi luar kaki dan tidak dapat melihat ibu jari atau jempol kaki anak saat berdiri di belakang anak.
  • Terdapat kemiringan pada sisi luar tumit kaki anak.
  • Anak terlihat berjalan tidak seimbang dan tidak dapat berjalan dengan cepat.
  • Anak menjadi sulit untuk memutar telapak kaki dari satu sisi ke sisi lain nya.
  • Anak mulai malas berdiri atau tidak dapat menahan tubuh pada waktu yang cukup lama.
  • Timbul rasa sakit atau kesulitan untuk memakai sepatu.
  • Anak tidak mau melakukan aktivitas fisik karena sakit saat memakai sepatu atau karena sakit saat harus berjalan atau berlari pada waktu yang cukup lama.

Kapan sebaiknya mencari pertolongan medis pada kasus kaki datar?

Semakin banyak tanda – tanda yang telah disebutkan di atas dialami oleh anak anda maka segeralah memeriksakan anak anda kepada dokter yang berkaitan. Apalagi jika usia anak telah menginjak 5 tahun namun kaki datar tetap ada dan anak mengeluhkan rasa sakit atau kaku pada kaki.

Gejala dan penyakit lain yang dapat timbul jika masalah kaki datar ini terus dibiarkan antara lain adalah nyeri punggung, nyeri lutut, nyeri pinggul, bunion, dan jari kaki berbentuk palu (hammer toe).

Orangtua juga perlu memberikan perhatian ekstra apabila anak mengeluhkan atau menunjukkan hal berikut:

  • Sering terjatuh karena kaki sendiri
  • Berjalan dengan gaya berjalan yang tidak biasa
  • Bahu tidak sejajar
  • Posisi tulang belakang tidak lurus

Kelengkungan tulang belakang juga dapat berubah menjadi abnormal (skoliosis) pada kasus kaki datar yang terlantar dan menyebabkan kompensasi kronis pada tulang belakang.

Anda juga perlu segera berkonsultasi dengan dokter apabila kaki datar / flat foot terjadi tiba-tiba pada anak yang sebelumnya memiliki lengkungan telapak kaki yang normal.

Terapi apa yang dilakukan untuk anak dengan flat foot?

Flat foot tipe fleksibel biasanya tidak membutuhkan terapi khusus apabila tidak menimbulkan keluhan karena pada umumnya lengkungan kaki akan muncul seiring pertumbuhan anak. Terapi akan dilakukan pada flat foot yang meimbulkan gejala terutama apabila mengganggu aktivitas, terdapat kaku gerak, atau kelemahan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai.

Sebelum dilakukan pengobatan maka dokter akan memeriksa terlebih dahulu kaki anak anda untuk menentukan kemungkinan penyebab kaki datar nya dan menilai tingkat keparahan kondisi anak anda saat pemeriksaan. Pemeriksaan akan dimulai dengan dokter memeriksa permukaan kaki anak saat duduk dan berdiri untuk melihat perbedaannya. Selanjutnya dokter akan meminta anak anda untuk berjalan tanpa menggunakan alas kaki untuk menilai rentang gerak anak dan cara berjalan anak. Selain permukaan kaki, dokter juga akan memeriksa seluruh persendian kaki mulai dari pinggul ke bawah. Setelah pemeriksaan selesai dokter juga mungkin meminta pemeriksaan rontgen untuk menilai apakah juga terdapat kelainan pada tulang – tulang di telapak kaki atau tidak. Namun hal ini tidak selalu dilakukan.

Ketika pemeriksaan sudah selesai maka terdapat beberapa pilihan pengobatan yang dapat dokter berikan. Umumnya jenis pengobatan yang dijalankan seorang akan bisa lebih dari satu atau merupakan kombinasi. 

  • Obat                                       

Untuk mengobati rasa sakit atau radang yang ditemukan saat pemeriksaan dilakukan. Jenis dan jumlah obat yang dikonsumsi dapat bervariasi tergantung dari derajat keparahan.

  • Perubahan pola aktivitas anak

Bertujuan untuk memulihkan keadaan anak sehingga rasa sakit yang ditimbulkan akibat aktivitas – aktivitas tertentu tidak memperparah keadaan anak.

  • Alat terapi Orthotic Insole

Orthotic insole khusus akan dipasang di dalam sepatu anak untuk membantu mendukung struktur dan meningkatkan fungsi telapak kaki anak. Meskipun begitu, orangtua perlu tahu bahwa terapi dengan alat-alat ini bertujuan untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul akibat bentuk telapak kaki datar, dan belum tentu dapat membentuk lengkungan pada telapak kaki.

Insole
  • Terapi fisik

Bertujuan untuk melatih anak agar dapat kembali berjalan atau melakukan gerakan – gerakan sesuai dengan keadaan normal sehingga beban tubuh dapat terdistribusi dengan rata.

Apabila terdapat kaku gerak terutama pada tendon Achilles (jaringan ikat pada bagian belakang pergelangan kaki), peregangan dapat dilakukan untuk mengurangi gejala tersebut. Dokter atau terapis dapat membantu anak Anda untuk melakukan peregangan yang tepat pada kaki datar tipe rigid.

Hanya sedikit sekali remaja yang masih memiliki kondisi flat foot dan menimbulkan keluhan yang membutuhkan terapi operasi. Selain itu, operasi juga dapat dilakukan apabila flat foot terbukti sebagai gejala yang ditimbulkan akibat kondisi kesehatan lain.

Sekitar 90% dari pasien yang menjalani terapi konservatif untuk kondisi ini menunjukkan perbaikan. Komplikasi biasanya baru muncul apabila tidak dilakukan tindakan terhadap kaki datar yang memerlukan penanganan khusus. Terdapat tendon penting pada struktur kaki yang membantu menjaga bentuk lengkungan telapak kaki. Pada kasus flat foot yang memerlukan terapi namun dibiarkan, tendon tersebut dapat rusak akibat pemakaian yang semakin meningkat saat anak beranjak dewasa. Rasa nyeri dan bengkak dapat timbul pada kaki bagian dalam dan dapat berkembang menjadi kondisi yang disebut sebagai adult-acquired flat foot deformity dimana kelemahan kaki timbul, penderitanya sulit untuk berjinjit, dan terdapat kerusakan struktur kaki yang permanen.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security