Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan nyeri yang paling umum ditemukan di seluruh dunia dan facet joint syndrome ialah penyebab yang paling sering mengakibatkan LBP. Nyeri pada facet joint syndrome juga dapat mempengaruhi tulang belakang bagian thorakal (punggung atas) dan bagian servikal (leher). 

Apa itu Facet Joint Syndrome?

Sendi pada manusia berfungsi sebagai penghubung dua atau lebih tulang untuk membantu proses bergerak. Sendi yang menghubungkan antar tulang belakang disebut dengan sendi facet. Sendi ini juga mempunyai nama lain yaitu sendi zigapofiseal atau apofiseal. Sendi ini yang memungkinkan tulang belakang untuk bergerak ke depan, belakang, samping dan berputar. 

facet joint syndrome adalah

Facet joint syndrome atau sindrom sendi facet adalah sebuah kondisi dimana sendi facet dari tulang belakang menjadi sumber nyeri. Nyeri ini dapat terbentuk akibat proses degeneratif maupun inflamasi. 

Apa yang Menyebabkan Facet Joint Syndrome

Penyebab dari facet joint syndrome bergantung dari regio tulang belakang yang terkena. Sebagai contoh, nyeri pada punggung bawah biasanya disebabkan oleh efek degeneratif akibat penuaan. Seperti halnya sendi lutut atau pinggul, sendi facet juga memiliki cairan sinovial yang berisi air yang berfungsi sebagai pelumas.

Seiring dengan bertambahnya usia, struktur pendukung tulang belakang seperti diskus intervertebral dan sendi facet dapat menjadi sakit akibat strain dan aktivitas sehari-hari. Hal ini menyebabkan mengapa facet joint syndrome biasanya ditemukan bersamaan dengan gangguan tulang belakang degeneratif lainnya, termasuk penyakit diskus degeneratif, spondilolistesis, dan spondilosis (osteoartritis tulang belakang).

Selain itu, cedera akibat olahraga atau kecelakaan lalu lintas juga dapat menyebabkan nyeri punggung bawah. Sedangkan pada sindrom sendi facet bagian leher dan torakal tidak sepenuhnya berhubungan dengan penuaan. Pada sindrom sendi facet leher bisa disebabkan oleh whiplash injury. Tumor pada tulang belakang juga dapat mengakibatkan nyeri pada sendi facet walaupun sangat jarang.

penyebab facet joint syndrome

Kondisi-kondisi yang Dapat Memicu Sindrom Sendi Facet Memberat:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Fraktur tulang belakang
  • Postur tubuh yang buruk
  • Pembengkokan atau puntiran yang berulang-ulang
  • Gaya hidup yang tidak banyak bergerak
  • Peregangan yang tiba-tiba dan kuat
  • Robekan pada ligamen 
  • Trauma, seperti kecelakaan, jatuh, atau cedera olahraga

Sindrom sendi facet dapat menyerang pria dan wanita dan paling sering terjadi pada orang berusia antara 40 dan 70 tahun. Selain terjadi pada mereka yang rentan terhadap artritis, sindrom ini juga dapat terjadi pada orang yang pernah mengalami cedera atau trauma tulang belakang.

sindrom sendi facet

Bagaimana Gejala yang Dapat Dirasakan?

Gejala yang dialami bila menderita sindrom sendi facet dapat bervariasi tergantung lokasi dari tulang belakang yang terkena:

  • Leher: nyeri bahu dan kepala dan terutama pada leher sehingga sulit untuk menggerakkan kepala
  • Thorakal: terbatasnya pergerakan punggung atas sehingga sulit untuk memutar tubuh bagian atas dari pinggang seperti menoleh ke kiri atau kanan
  • Lumbar: nyeri dari punggung bawah yang menyebar ke bokong hingga bawah paha dan memberat saat mulai bergerak. Dapat menyebabkan kaku yang mempengaruhi kemampuan untuk berdiri tegak atau berdiri dari posisi duduk dan tampilan bungkuk saat berjalan.

Penanganan

Ketika didiagnosis facet joint syndrome maka penanganannya dapat berupa terapi konservatif maupun pembedahan tergantung tingkat keparahan. Penanganan konservatif tanpa pembedahan dilakukan sebagai permulaan, termasuk fisioterapi dan obat-obatan anti-inflamasi. Apabila dengan terapi konservatif tidak cukup ampuh untuk menangani nyeri dan keluhan lain yg terjadi maka akan disarankan untuk terapi pembedahan ataupun menyuntikkan obat anti nyeri yang ditujukan langsung ke tulang belakang. Bila sindrom sendi facet yang dialami diakibatkan oleh adanya cedera atau trauma yang lebih parah seperti patah tulang maupun dislokasi, atau keterlibatan sumsum tulang belakang maka penanganan operasi dapat merupakan terapi awal yang dianjurkan dokter. 

Penaganan sindrom sendi facet juga termasuk dengan menjaga postur sehari-hari. Dengan menjaga postur tubuh yang benar dan memastikan tulang belakang tetap sejajar, termasuk kebiasaan berdiri, duduk, dan tidur sehari-hari juga dapat mengurangi nyeri. Penggunaan korset mungkin akan membantu seseorang untuk menjaga tubuh tetap tegak saat beraktivitas sehari-hari. Hal-hal kecil sepert cara mengangkat benda dan berjalan juga harus diperhatikan agar tidak memperparah kondisi nyeri. Selain itu pada orang dengan berat badan berlebih dianjurkan untuk menurunkan berat badan sehingga mengurangi stres pada sendi facet dan mengurangi rasa sakit. Untuk mempertahankan postur tubuh tetap baik dokter juga akan menganjurkan untuk melakukan aktivitas fisik agar otot punggung teregang dan menjadi lebih kuat. 

terapi akupuntur

Terapi akupunktur juga dapat menjadi pilihan untuk terapi low back pain akibat sindrom sendi facet. Dokter akan menusuk jarum akupunktur ke area yang bermasalah kemudian tubuh akan merubah sinyal sarah sekitar sendi facet sehingga membuat otot lebih rileks dan mengurangi peradangan yang terjadi. Nyeri yang dirasakan dapat langsung berkurang melalui sesi terapi akupunktur sehingga lebih gampang untuk bergerak.

Referensi: