Perbedaan pengertian sprain dan strain

Baik sprain atau strain keduanya merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan lunak di tubuh yang sama-sama sering terjadi. Lalu apa perbedaan dan bagaimana mengatasinya?

Sprain sering juga dikenal dengan keseleo, adalah cedera yang terjadi pada ligamen. Ligamen sendiri merupakan struktur seperti pita tebal kuat dan elatis yang terdiri dari serabut-serabut yang menghubungkan suatu tulang dengan tulang lainnya. Biasanya ligamen terletak di sekitar persendian. Bagian tubuh yang sering mengalami sprain pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, dan ibu jari. Strain yang umum dikenal dengan salah urat, merupakan cedera yang terjadi pada otot atau tendon (serabut penghubung tulang dengan otot). Strain sering terjadi pada otot Hamstring (paha) dan lumbar (punggung bawah).

Penyebab sprain dan strain

Sprain seringnya disebabkan karena terjatuh, terpelintir, mengalami cedera pada sendi, atau melakukan gerakan sendi yang melebihi rentang gerak normalnya sehingga terjadi tarikan atau robekan pada ligamen.

Kebanyakan kasus strain yang akut disebabkan oleh mengangkat benda berat, berlari, melompat, terjatuh, atau melakukan gerakan mendadak. Strain juga dapat tejadi secara kronis, biasanya disebabkan oleh melakukan gerakan berulang seperti mendayung atau duduk dan berdiri pada posisi yang salah.

Gejala pada sprain dan strain

Pada umumnya gejala sprain dan strain hampir sama karena keduanya memang sama-sama merupakan jenis cedera pada jaringan ikat lunak di tubuh. Oleh karena itu, tidak heran keduanya menjadi sulit dibedakan. Gejala-gejala yang sering dikeluhkan diantaranya:

  • Nyeri pada sendi yang terkena dan jaringan sekitarnya
  • Bengkak
  • Gerakan sendi terbatas
  • Fleksibilitas sendi berkurang

Gejala yang dapat membedakan adalah pada sprain sering terjadi lebam pada sendi dan sendi menjadi tidak stabil. Sementara spasme otot lebih menonjol pada kasus strain.

Kapan harus ke dokter?

Anda disarankan untuk segera menemui dokter bila terdapat gejala seperti ini:

  • Nyeri atau bengkak yang intensitasnya semakin meningkat
  • Nyeri atau bengkak yang tidak membaik dengan terapi di rumah
  • Terdapat demam atau menggigil
  • Kesulitan untuk berdiri atau berjalan tanpa rasa nyeri
  • Terdapat kebas atau sensasi seperti ditusuk pada area yang terkena
  • Terdapat perubahan bentuk sendi atau anggota gerak yang terkena

Cara mengatasi sprain dan strain

Terapi baku utama yang dilakukan untuk mengatasi sprain dan strain dikenal dengan RICE yang terdiri dari:

  • Rest. Mengistirahatkan sendi yang cedera selama 24 hingga 48 jam. Hal ini termasuk mengangkat beban menggunakan tangan yang sakit atau menggunakan tongkat untuk membantu berjalan
  • Ice. Kompres dingin bagian yang sakit dengan menggunakan es batu di dalam plastik yang kemudian dibungkus kembali dengan handuk. Jangan menempelkan es langung pada kulit karena dapat menimbulkan cedera pada kulit dan jaringan di dalamnya. Kompres dingin selama 10-20 menit. Anda dapat melakukannya beberapa kali dalam sehari selama 72 jam setelah cedera terjadi, namun jangan lupa untuk memberi jeda selama 30-40 menit.
  • Compression. Kompresi dengan perban dapat membantu mengurangi bengkak. Hal ini dapat dilakukan selama 3 hari hingga beberapa minggu tergantung dari derajat kerusakan yang terjadi. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara melakukan kompresi dengan benar. Jangan dilakukan terlalu ketat dan Anda dapat melepasnya ketika tidur.
  • Elevation. Anda dapat berbaring dan memposisikan kaki atau tangan yang cedera lebih tinggi dari jantung agar cairan yang berkumpul di bagian yang bengkak dapat berkurang.

Terapi RICE sangat penting dalam 72 jam pertama pasca cedera. Anda juga dapat mengkonsumsi obat anti nyeri seperti ibuprofen atau golongan NSAID lain untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Tanyakan pada dokter yang merawat untuk mendapatkan obat yang tepat bila Anda juga menderita penyakit lainnya. Seiring dengan berkurangnya nyeri, Anda dapat mengurangi intensitas terapi RICE juga.

Anda mungkin tidak sabar untuk beraktivitas seperti biasa kembali, namun Anda harus melakukannya secara bertahap agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut pada struktur tubuh yang cedera. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau terapis untuk mengetahui terapi rehabilitasi yang tepat.

Masa pemulihan bagi setiap orang sangat bervariasi. Cedera ringan membutuhkan beberapa hari untuk sembuh. Sendi yang mengalami cedera sedang biasanya berfungsi seperti semula dalam 3 hingga 8 minggu. Sementara cedera berat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sembuh.

Mencegah sprain dan strain

Anda dapat mencegah terjadinya sprain dan strain dengan cara-cara berikut ini:

  • Meningkatan kekuatan otot di sekitar sendi. Latihan fisik secara rutin dapat meningkatkan stabilitas dan kekuatan struktur tulang dan sendi yang berfungsi untuk mencegah cedera
  • Melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya. Pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga meningkatkan kelenturan otot serta rentang gerak sendi. Pendinginan membantu otot Anda menyesuaikan kembali dari gerakan dengan kontraksi yang intens menuju istirahat.
  • Menggunakan alas kaki yang tepat dapat membantu melindungi lutut dan pergelangan kaki agar lebih stabil
  • Berhati-hati dengan lingkungan sekitar. Perhatikan benda-benda yang ada di lantai dan permukaan lantai sekitar Anda yang dapat membuat Anda terjatuh
  • Beristirahat. Duduk atau berdiri terlalu lama dan melakukan gerakan yang berulang dapat menimbulkan strain pada otot. Beristirahat sebentar dapat membuat otot rileks untuk sementara waktu.