Siapakah Dr. Hans Rudolf Weiss, MD?

Mungkin anda penasaran siapa pencipta brace scoliosis yang sangat membantu pasien scoliosis?

Nah, perkenalkanlah , Dr. Hans-Rudolf Weiss, MD, seorang pakar kesehatan yaitu seorang ahli bedah tulang dan dokter rehabilitasi medis yang bertugas sebagai dokter spesialis di Jerman. Beliau merupakan cucu dari Khatarina Schroth yang merupakan pencipta metode Schroth pada tahun 1920. Melalui tangan dinginnya, metode Schroth berkembang menjadi sebuah dasar pengembangan dan penciptaan brace scoliosis GBW yang mendunia yg sudah berusia 100 tahun. Saat ini brace GBW telah digunakan oleh berbagai pakar kesehatan dibeberapa negara seperti Jerman, Ukraina, Amerika Serikat, Eropa, Korea Selatan, Jepang, Cina, India, Indonesia, Iran, Kuwait, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Singapura, Thailand dan Uni Emirat Arab.

Dokter Hans pernah datang ke Indonesia pada 27 Januari 2020 di Hotel Ibis Harmoni dalam acara pertemuan dengan seorang penemu brace skoliosis GBW yang diadakan oleh klinik kami Spine Clinic Family Holistic.

Perjalanan Historikal Terapi dan Brace Skoliosis di Jerman

Perjalanan saya di Jerman kali ini, sungguh mendapatkan cerita yang penuh dengan sejarah dan perenungan, bagaimana Terapi Konservatif untuk Pasien Scoliosis telah berkembang selama lebih dari tiga generasi.

Dimulai dari Katarina Schroth sebagai pencipta konsep Terapi Skoliosis Schroth, yang kemudian dikembangkan oleh anaknya Christa ‘Lehnert' Schroth dengan penambahan klasifikasi pola kurva scoliosis. Dan terkini terus dikembangkan oleh cucu Katarina, yaitu dr.Hans, yang dimana beliau sebagai dokter ortopedi (tulang) di Jerman dan juga pencipta Brace Gensingen, yang berdasarkan konsep Schroth. Jadi sekarang pasien Scoliosis dapat terhindar dari operasi, asalkan sejak dini dari usia puber melakukan Program Terapi Schroth dan Brace Skoliosis GBW.

Melihat dari museum, fasilitas fasilitas rehabilitasi yang memakai nama Schroth, hingga makam Katarina dan Christa, saya dapat memahami betapa keluarga Schroth mendapat tempat dan pengakuan yang tinggi di Jerman.

Perjalanan Historikal Terapi dan Brace Skoliosis di Jerman

Dari sebelum perang dunia kedua meletus, program dan sarana Terapi Schroth telah didirikan dan berjasa bagi ratusan pasien Skoliosis di Jerman. Hingga sekarang, tidak terhitung berapa banyak pusat rehabilitasi atau program terapi skoliosis di seluruh dunia yang memakai nama ‘Schroth'.

Tetapi yang kemudian saya tau sekarang, begitu banyak orang yang mengklaim memakai teknik atau konsep ‘Schroth' tapi ternyata tidak lagi memahami apa itu Schroth. Tidak lagi memiliki konsep dasar dari Schroth yang asli. Karena begitu banyak improvisasi dan meninggalkan tujuan dan konsep awal dari Schroth!

Program Terapi Schroth sejak awal sangat jelas! Yaitu teknik yang mengkoreksi Scoliosis secara side shift, membuka sisi lemah skoliosis, mengkoreksi rotasi dan rib hump serta pernafasan yang meningkatkan kapasitas vital semua organ. Nah semua ini dicapai melalui tahapan tahapan latihan hingga kebiasaan hidup sehari hari yang diubahkan.

Nah banyak rehabitasi atau fisioterapi yang salah belajar dan meninggalkan tujuan awal dari Schroth. Sehingga tidak lagi tujuannya menolong pasien dengan seefektif dan secepat mungkin.

Hanya dr.Hans R Weiss yang merupakan cucu dari Katarina, yang pernah langsung mengalami, melihat, mempraktekkannya kepada ribuan pasien dan mengerti bagaimana dengan perkembangannya. Hingga kini, Brace GBW merupakan evolusi yang paling muktahir dari konsep Schroth. Bahwa selama anak masih bertumbuh, maka scoliosisnya pasti masih bisa dikoreksi dengan Brace skoliosis.

Perjalanan Historikal Terapi dan Brace Skoliosis di Jerman

Konsep pengobatan konvesional non surgery ini betul betul terobosan bagi dunia kedokteran khususnya ortopedi. Dan dr.Weiss sudah berturut turut dalam 3 tahun menjadi pembicara terhormat dalam Kongres Ikatan Dokter Ortopedi (tulang) di Jerman yang telah menulis ratusan makalah ilmiah dan menulis puluhan buku mengenai Scoliosis dan pengobatan yang paling efektif.

Pada hari terakhirpun, setelah melihat semua fasilitas dan pasien pasien yang telah terbantu, saya mengerti apa yang keluarga Schroth dan dr.Weiss perjuangkan selalu ada perlawanan dari semua pihak yang merasa tersaingi. Tetapi yang saya kagum adalah alih alih membuat pemasaran, iklan dan klaim yang berlebihan, dr.Weiss lebih memilih mendedikasikan ilmunya dan betul betul membiarkan pasien yang akan berbicara hal yang benar mengenai pengobatan efektif yang dikembangkannya.

Dan sayapun bangga bisa menjadi salah satu medical center yang menyalurkan program latihan Skoliosis dan pembuatan Brace Skoliosis yang memiliki konsep Schroth yang asli.

Perjalanan Historikal Terapi dan Brace Skoliosis di Jerman
Perjalanan Historikal Terapi dan Brace Skoliosis di Jerman

Gensingen German 3D CAD/CAM Brace Skoliosis

Annie, umur 15 tahun, dengan derajat kelengkungan di Punggung sebesar 30°, pada pinggang sebesar 19°. Umur tulang Risser 4. Menstruasi pertama kali 1,5 tahun lalu. Perputaran rotasi pada tulang punggung (ATR) 12°. Bisa dikatakan punggung seperti punuk onta sangat terlihat jelas. Orang tuanya memutuskan untuk memakaikan Skoliosis Brace yaitu Gensingen Brace (GBW) untuk Annie. Selain lebih ringan, brace ini lebih kecil dan melekat di badan, sehingga lebih tersembunyi di dalam baju.

Gambar di kiri, menunjukkan foto rontgen dan kondisi tubuh tanpa brace. Di kanan, terlihat foto rontgen dan kondisi tubuh memakai brace, kelengkungan di punggung dari 30° turun hingga -6° (over koreksi), berarti koreksi mencapai 100%. Kelengkungan di pinggang dari 19° turun hingga 5°.

Di kanan, terlihat Skoliosis Brace yang kecil, ringan, brace memberikan ruang kosong agar bagian yang melengkung masuk dapat bertumbuh keluar. Dan perlu ditekankan, Skoliosis Brace ini 3D dan asimetri, artinya brace ini secara tepat memberikan koreksi pada kelengkungan tulang yang diperlukan dan tidak menghalangi pertumbuhan si anak. Karena brace ini memakai teknologi scan 3Dimensi. Pasien kemudian meneruskan rehabilitasi dengan senam Schroth dan mempelajari posisi postur tubuh yang benar.

Perjalanan Historikal Terapi dan Brace Skoliosis di Indonesia

Brace GBW pertama kali mulai masuk ke Indonesia di Jakarta melalui Spine Clinic Family Holistic sejak tahun 2015 dan hingga saat ini telah menangani berbagai masalah skoliosis dari berbagai daerah di Indonesia dari Aceh hingga Papua. Semua pasien secara umum merasakan manfaat dari pelayanan yang diberikan dan menjadikan brace GBW sebuah alternatif pilihan terapi skoliosis mereka.

Di tahun 2020, Dr. Weiss sendiri secara langsung datang ke Indonesia dan memberikan beberapa input mengenai skoliosis, senam Schroth, terapi skoliosis, dan brace skoliosis GBW. Di Jakarta pada acara pertemuan tanggal 27 Januari 2020 dan di Surabaya untuk acara workshop pada tanggal 30 Januari-2 Februari 2020. Pada pertemuan yang diadakan tanggal 27 Januari di Hotel Ibis Harmoni, sebanyak 30 peserta pertama  yang hadir memiliki kesempatan tambahan untuk melakukan konsultasi secara langsung keesokan harinya pada tanggal 28 Januari 2020 di Spine Clinic Family Holistic. Hal ini merupakan kesempatan yang langka bagi pasien skoliosis yang memiliki masalah dengan tingkat kesulitan yang tinggi maupun pasien baru yang ingin berkonsultasi secara langsung dalam menentukan terapi yang terbaik bagi mereka.

Spine Clinic Family Holistic juga mengundang beberapa dokter spesialis Rehabilitasi Medis yang ada di Jakarta dan mendapatkan sambutan baik dengan kepastian mereka untuk ikut menghadiri acara tersebut. Semoga momen acara ini menjadi sebuah lompatan bagi Spine Clinic Family Holistic untuk terus memberikan pelyanan terbaiknya bagi para pasien scoliosis dan dapat berkolaborasi bersama seluruh tenaga kesehatan yang ada.

TEMU PENCIPTA BRACE SkOLIOSIS GBW

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security