Pengertian Tarsal Tunnel Syndrome

Tarsal tunnel merupakan suatu struktur tubuh berupa celah sempit yang terletak di daerah pergelangan kaki. Terowongan ini terbentuk di antara tulang mata kaki bagian dalam dan tulang tumit yang tertutup oleh jaringan ikat ligamen yang bernama flexor retinaculum. Ligamen ini juga berfungsi untuk melindungi struktur lainnya yang ada di dalam celah seperti saraf, pembuluh darah, dan tendon yang berfungsi untuk pergerakan kaki.

Tarsal tunnel syndrome sendiri terjadi ketika saraf bernama nervus tibialis posterior yang berada di dalam celah tersebut mengalami penekanan sehingga menimbulkan rasa nyeri bagi penderitanya. Syndrome ini termasuk penyakit neuropati perifer, seperti carpal tunnel syndrome yang terjadi di daerah pergelangan tangan.

Vector Illustration of Healthy Human Foot and a Medial Ankle Injury-Tarsal Tunnel Syndrome. Source: Google.

Penyebab Tarsal Tunnel Syndrome

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tarsal tunnel syndrome disebabkan oleh kompresi terhadap nervus tibialis yang dapat terjadi akibat kondisi-kondisi berikut ini:

  • Bentuk kaki datar yang dapat membuat nervus tibialis mengalami peregangan.
  • Pertumbuhan tonjolan tulang (bone spurs) di dalam tarsal tunnel.
  • Terjadi pelebaran pembuluh darah (varises) pada pembuluh di sekitar nervus tibialis.
  • Peradangan akibat penyakit arthritis (radang sendi).
  • Lesi atau massa seperti lipoma atau kista ganglion.
  • Cedera seperti patah tulang atau terkilir yang dapat menyebabkan peradangan juga menimbulkan pembengkakan.
  • Penyakit sistemik seperti diabetes yang membuat saraf lebih rentan mengalami cedera.

Gejala Tarsal Tunnel Syndrome

Penderita tarsal tunnel syndrome biasanya mengeluhkan nyeri atau kebas pada telapak kaki atau pergelangan kaki bagian dalam, namun tidak menutup kemungkinan gejala juga terjadi pada bagian tubuh lainnya yang dilalui nervus tibialis seperti betis. Gejala yang dirasakan dapat dideskripsikan seperti nyeri tajam, seperti ditusuk dengan jarum, seperti tersetrum, atau seperti terbakar.

Gejala juga dapat menjadi sangat bervariatif di antara penderita. Beberapa merasakan peningkatan intensitas gejala secara bertahap dan ada juga yang mengeluhkan nyeri dirasakan mendadak. Gejala-gejala biasanya akan terasa lebih parah saat melakukan aktivitas fisik, namun seiring dengan perjalanan penyakit, beberapa penderita melaporkan gejala juga timbul saat beristirahat.

Kapan Harus Ke Dokter?

Bila Anda merasakan gejala seperti yang dideskripsikan pada tarsal tunnel syndrome, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter karena strategi untuk mengatasi penyakit ini bergantung dari penyebabnya. Dokter yang merawat akan menanyakan mengenai gejala yang Anda rasakan dan juga riwayat penyakit yang mungkin terkait dengan kondisi ini termasuk adanya cedera ataupun rutinitas Anda. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap kaki Anda untuk melihat adanya cedera, pertumbuhan struktur abnormal, ataupun kelemahan otot. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, ultrasound, CT scan, atau MRI juga dapat dianjurkan oleh dokter untuk melihat adanya penyakit lain yang mungkin Anda derita ataupun melihat struktur pergelangan kaki Anda. Elektromiografi juga dapat membantu dokter untuk mengevaluasi fungsi kelistrikan antara saraf dan otot menggunakan impuls listrik.

Cara Mengatasi Tarsal Tunnel Syndrome

Beberapa kasus nyeri yang ditimbulkan oleh tarsal tunnel syndrome dapat diatasi dengan pengobatan di rumah secara mandiri, caranya adalah:

  • Rest (istirahat). Mengistirahatkan kaki dapat mencegah cedera lebih lanjut dan membantu proses penyembuhan.
  • Ice (kompres dingin). Anda dapat mengompres kaki yang sakit dengan es dilapisi kain selama 20 menit. Beri jeda setidaknya selama 40 menit sebelum mengompres ulang.
  • Compression. Memberikan penekanan pada pergelangan kaki menggunakan supportive elastic bandage dapat membantu struktur penyusunnya lebih stabil.
  • Elevation. Meletakkan kaki Anda lebih tinggi dari jantung saat tiduran dapat membantu meredakan peradangan.
  • Konsumsi obat anti radang non-steroid seperti ibuprofen dapat mengurangi nyeri dan peradangan.

Bila tatalaksana tersebut tidak dapat mengurangi gejala yang ada, dokter dapat memberikan terapi non-operatif seperti:

  • Gips dapat dijadikan sebagai terapi untuk membantu kaki agar tetap pada posisi stabil.
  • Brace dapat direkomendasikan untuk penderita kaki datar dengan gejala berat untuk mengurangi tekanan pada kaki.
  • Ortotik. Insole sepatu yang disesuaikan dengan kaki Anda menjaga kelengkungan kaki yang tepat untuk menghindari penekanan saraf. Sepatu khusus juga dapat dibuat untuk mencegah posisi kaki menekuk ke dalam agar saraf dalam tarsal tunnel tidak terjepit.
Custome Insole by Capron Podologie
  • Injeksi dengan obat anestesi atau steroid dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan bila tidak teratasi dengan pengobatan oral.
  • Terapi fisik dapat mengurangi gejala tarsal tunnel syndrome dengan melakukan peregangan dan memperkuat jaringan ikat di kaki secara bertahap. Contoh terapi fisik diantaranya terapi ultrasound, akupuntur, taping, atau terapi manual.

Pada kasus tarsal tunnel syndrome yang berat dan tidak merespon terapi lainnya, terapi operatif dapat menjadi pilihan. Dokter bedah akan membuat sayatan pada ligamen fleksor retinaculum agar menjadi lebih renggang sehingga tidak menekan saraf di dalamnya. Tindakan operasi ini berhasil pada 44-96% kasus. Penyembuhan dilaporkan lebih baik pada pasien yang tidak memiliki masalah kaki sebelumnya, usia muda, dan mendapatkan diagnosis lebih dini.

Komplikasi Tarsal Tunnel Syndrome

Tanpa pengobatan yang adekuat, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi seperti:

  • Kerusakan nervus tibialis dan cabangnya.
  • Rasa nyeri menetap.
  • Kelemahan dan atrofi otot.

Latihan Fisik Untuk Penderita Tarsal Tunnel Syndrome

Anda dapat melakukan beberapa latihan untuk mengurangi rasa nyeri dan membantu proses penyembuhan tarsal tunnel syndrome. Selain itu latihan di bawah ini juga dapat meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas pergelangan kaki. Karena tarsal tunnel syndrome disebabkan oleh iritasi atau cedera, lakukanlah latihan berikut dengan hati-hati, mulai secara perlahan dan tingkatkan intensitasnya bertahap bila Anda sudah mulai merasakan perbaikan. Gerakkan di bawah ini seharusnya tidak menimbulkan nyeri, jadi apabila gejala bertambah dengan latihan ini segera hentikan latihan dan berkonsultasi dengan dokter.

1. Calf Stretches

  • Berdiri menghadap dinding dan letakkan kedua telapak tangan Anda di dinding sejajar bahu.
  • Posisikan kaki yang sakit lebih belakang dan lutut tetap lurus, usahakan telapak kaki tetap menyentuh lantai.
  • Letakkan kaki yang sehat di depan dalam keadaan lutut sedikit menekuk. Anda akan merasakan tarikan pada betis kaki Anda yang sakit.
  • Tahan posisi ini selama 20 detik dan kembali ke posisi berdiri tegak.
  • Anda dapat mengulangi gerakan ini sebanyak 3 hingga 5 kali sehari dan jangan lupa untuk melakukan gerakkan yang sama pada sisi lainnya bila nyeri juga dirasakan.

2. Posterior Tibialis Heel Lifts

  • Berdiri di belakang kursi kemudian berpegangan pada sandarannya.
  • Berjinjit secara perlahan dan tahan selama 5 detik kemudian kembali berdiri tegak.
  • Lakukan sebanyak 15 kali dalam 1 set dan ulangi hingga 2 set dalam sehari.

3. Ankle Rotation

  • Duduk pada sebuah kursi kemudian angkat sedikit kaki yang sakit.
  • Gerakkan pergelangan kaki searah jarum jam sebanyak 5 kali.
  • Gerakkan kaki ke arah kebalikan jarum jam 5 kali.
  • Anda dapat mengulanginya sebanyak 2 hingga 3 set sehari.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security