Kaum hawa dan high heels memang sulit untuk dipisahkan.

Selain menambah tinggi, high heels juga membuat kaki terlihat jenjang sehingga penggunanya menjadi lebih percaya diri. Kebanyakan wanita menggunakannya saat menghadiri acara-acara penting, namun ada juga yang memakainya hampir setiap hari karena alasan pekerjaan misalnya untuk rapat dan sebagainya. Berdasarkan usia, persentase pengguna high heels terbanyak berada pada rentang usia 18-24 tahun dimana 49%nya menggunakan sepatu jenis ini setiap hari. Diikuti oleh wanita di rentang usia 25-49 tahun (42%) dan di atas 50 tahun pada urutan ketiga (34%).

Efek samping penggunaan High Heels

Efek samping yang biasanya langsung dirasakan adalah rasa pegal. Rasa ini dapat hilang setelah diistirahatkan pada wanita usia muda. Namun ternyata pemakaian jangka panjang dapat memberi efek lebih mengganggu dan sulit hilang dalam kurun waktu yang singkat. Selain itu saat menggunakan sepatu hak tinggi tubuh kita menjadi tidak seimbang dibandingkan saat menggunakan sepatu tanpa hak. Hal ini membuat pengguna hak tinggi berisiko terjatuh. Berikut ulasannya sebagai edukasi agar Anda bijak dalam menyeimbangkan antara gaya penampilan dan kesehatan Anda.

Tubuh Anda Saat Menggunakan High Heels

Meskipun sama sama dalam posisi berdiri, kerja otot dan sendi Anda berbeda saat menggunakan sepatu flat dan high heels. Hak pada sepatu berfungsi sebagai alas pada tumit Anda namun permukaannya yang kecil memberikan tekanan yang lebih. Besar tekanan tersebut berbanding terbalik dengan luas permukaan hak sepatu, semakin kecil permukaan semakin besar tekanan yang diberikan terhadap telapak kaki bagian depan (forefoot) Anda.

Selain itu, tinggi hak sepatu juga mempengaruhi besarnya tekanan yang ditimbulkan. Hak setinggi 1 inch (2.5 cm) meningkatkan tekanan sebanyak 22%, sementara hak 2 inch (5 cm) menambah 57% tekanan, dan 76% untuk hak 3 inch (7.5 cm). Hal inilah yang sering menyebabkan kelelahan dan nyeri pada telapak kaki, tumit, atau otot betis.

Penggunaan sepatu dengan hak tinggi membuat tubuh Anda condong ke depan dan bertumpu pada telapak kaki depan. Sebagai kompensasi untuk menjaga keseimbangan, secara otomatis Anda akan menarik tubuh Anda ke belakang. Pada kondisi seperti ini, otot betis, pinggul, dan punggung berkontraksi. Akhirnya setelah pemakaian seharian Anda dapat merasakan pegal-pegal bahkan kram di bagian-bagian tersebut.

Masalah Kesehatan yang Dapat Timbul Akibat Penggunaan High Heels

Penggunaan high heels dapat memicu datangnya masalah seperti:

1. Metatarsalgia

Kondisi ini merupakan istilah disaat jari-jari kaki mengalami nyeri. Hal ini disebabkan oleh beban tubuh yang hanya ditopang oleh tulang-tulang kecil jemari kaki saat menggunakan sepatu hak tinggi dan berujung runcing. Bila dibiarkan kondisi ini dapat menjadi permanen dan membuat kerusakan struktur kaki bagian depan.

2. Perubahan struktur jari-jari kaki

Kelainan bentuk kaki dapat terjadi apabila tekanan diberikan terus menerus pada kaki bagian depan. Hammer toes merupakan kondisi yang menggambarkan bengkoknya ketiga jari kaki bagian tengah. Selain itu bunion atau penonjolan tulang pada jempol kaki juga dapat timbul. Hal ini menambah rasa nyeri bagi penderitanya dikarenakan tekanan yang bertambah besar akibat semakin sempitnya rongga dalam sepatu karena benjolan tulang.

3. Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis merupakan peradangan pada plantar fascia (jaringan di telapak kaki yang menghubungkan tumit dengan jemari kaki). Penderitanya akan merasakan nyeri pada telapak kaki.

4. Achilles Tendinitis

Peradangan pada tendon Achilles dapat terjadi dan ditAndai dengan nyeri atau penebalan pada pergelangan kaki bagian belakang atau tumit. Pada pengguna sepatu hak tinggi yang sering dan sudah lama, otot betis menjadi pendek dan sebagai kompensasinya tendon Achilles yang menghubungkan otot betis tersebut dengan tulang tumit menjadi kaku sehingga mudah cedera alhasil penderitanya akan mengalami kesulitan saat berjalan.

5. Osteoarthritis

Penggunaan sepatu hak tinggi juga memberikan beban lebih pada sendi lutut Anda. Gesekan ujung-ujung tulang pada sendi lutut mengakibatkan iritasi yang menimbulkan peradangan dan ditAndai dengan adanya nyeri juga bengkak pada sendi lutut Anda.

6. Skiatika

Perubahan postur saat menggunakan sepatu hak tinggi yang membuat kelengkungan susunan tulang belakang Anda tidak normal dapat menyebabkan skiatika. Istilah ini mendefinisikan kondisi saraf skiatik terjepit. Penderitanya dapat mengalami nyeri, kesemutan, atau bahkan mati rasa di daerah pinggang bawah yang menjalar hingga ke kaki. Kelemahan otot tungkai bawah juga dapat timbul apabila saraf skiatik ini terjepit.

Tips Bagi Anda Yang Gemar Memakai High Heels

  • Hindari penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama. Ada baiknya Anda menggunakan sepatu hak tinggi hanya pada acara-acara tertentu saja. Namun bila Anda terpaksa untuk menggunakannya setiap hari, misalnya karena tuntutan pekerjaan, Anda bisa membawa sepatu tanpa hak Anda dan menggunakannya saat Anda beristirahat.
  • Bila perlu menggunakan sepatu dengan hak, batasi tinggi hak sepatu Anda hingga 2 sampai 3 sentimeter saja. Ingat, semakin tinggi hak, semakin tinggi resikonya untuk kesehatan Anda.
  • Hindari memilih sepatu dengan hak berujung runcing, carilah yang lebih datar dan luas permukaannya agar beban tubuh Anda tidak hanya ditopang oleh permukaan yang kecil. Anda bisa memilih sepatu berjenis platform atau wedges yang lebar permukaannya lebih luas dibandingkan jenis stiletto
  • Memberikan sol tambahan dengan bantalan empuk pada bagian dalam sepatu Anda untuk meredam tekanan yang didapatkan kaki Anda.
  • Membeli sepatu pada siang hari saat ukuran kaki Anda mencapai paling besar diantara waktu lainnya sepanjang hari. Hal ini untuk menghindari bagian dalam sepatu yang sempit dan dapat menekan kaki Anda. Pastikan ukuran sepatu yang Anda pakai sesuai.

Latihan Fisik Untuk Pengguna High Heels

Latihan fisik ringan yang rutin dapat merelaksasi dan juga menambah kekuatan otot serta sendi Anda. Latihan-latihan ini dapat Anda lakukan sebelum dan sesudah menggunakan sepatu hak tinggi. Contoh latihannya seperti berikut ini

  • Posisikan tubuh Anda menghadap dinding sejauh 1 meter, kemudian letakkan telapak tangan Anda di dinding. Taruh satu kaki lebih dekat ke dinding atau Anda bisa mengangkatnya sedikit dengan menekuk lutut Anda. Posisi ini membuat Anda merasakan  penarikan pada otot dan tendon kaki lainnya. Tahan posisi ini hingga 90 detik kemudian lakukan yang sama dengan kaki sisi lainnya.
  • Membuat gerakan seperti menuliskan alfabet menggunakan jari kaki di lantai
  • Letakkan beberapa benda seperti pensil atau penjepit kertas di lantai dan coba mengambilnya menggunakan kaki

Sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter bila nyeri yang dirasakan tidak hilang selama berbulan-bulan atau intensitasnya meningkat, terdapat kelemahan saat berjalan, terlebih lagi bila sudah terdapat perubahan pada struktur kaki.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security