Skoliosis merupakan salah satu kelainan tulang belakang, di mana tulang membentuk huruf ‘c’ atau ‘s’ dengan derajat kemiringan tertentu. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui tentang informasi ini, sehingga seringkali skoliosis dianggap remeh. Penyebab Skoliosis bermacam-macam dan salah satunya adalah kebiasaan sehari-hari yang salah, seperti penggunaan tas sekolah postur saat tidur, duduk, berdiri dan berjalan.

Pemahaman mendalam terhadap pengaruh beban, tipe, dan durasi penggunaan tas sekolah terhadap kejadian skoliosis adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang, terutama pada kalangan pelajar.

Pemakaian Tas Sekolah yang beratnya hanya satu sisi dapat menyebabkan bentuk tubuh jelek.

Pemakaian tas sekolah yang beratnya hanya satu sisi saja dapat menyebabkan bentuk tubuh yang jelek. Anak-anak gadis dan anak-anak kecil lebih beresiko mengalami rasa sakit yang disebutkan di atas karena tubuh mereka yang kecil dan lemah dipaksa untuk membawa beban yang berat. Ransel dengan tali pengikat yang ketat dan sempit yang menarik bahu, dapat mengganggu sirkulasi darah dan syaraf anak-anak. Jenis tali pengikat ini dapat menimbulkan rasa kaku dan lemas dibagian lengan dan tangan anak-anak.

PENGARUH BEBAN, TIPE DAN DURASI PENGGUNAAN TAS SEKOLAH TERHADAP KEJADIAN SKOLIOSIS
PENGARUH BEBAN, TIPE DAN DURASI PENGGUNAAN TAS SEKOLAH TERHADAP KEJADIAN SKOLIOSIS

Ransel yang kebesaran dan berat tidak hanya merupakan penyebab sakit punggung, tetapi juga sakit di bagian tubuh yang lain. kebiasaan duduk yang miring dan membawa beban yang berat, membuat sebagian syaraf yang bekerja menjadi lemah. Bila ini terus berulang menjadi kebiasaan, maka syaraf itu bahkan akan mati. Ini berakibat pada ketidakseimbangan tarikan pada ruas tulang belakang. kebiasaan duduk yang miring dan membawa beban yang berat, membuat sebagian syaraf yang bekerja menjadi lemah. Bila ini terus berulang menjadi kebiasaan, maka syaraf itu bahkan akan mati. Ini berakibat pada ketidakseimbangan tarikan pada ruas tulang belakang. Oleh karena itu,tulang belakang yang menderita skoliosis itu bengkok atau seperti huruf S ataupun huruf C. Dari 4% populasi terdapat 10-15 tahun yang kebanyakan perempuan

Anak-anak, yang bersekolah dengan membawa tas sekolah berat, menghadapi risiko lebih besar terkena nyeri punggung.

Menurut penelitian tahun 2012 dalam journal of Allied Health Sciences and Practice yang berjudul “Unilateral Shoulder Bags: Can They Be Worn in a Way to Reduce Postural Asymmetry” membawa sebuah tas bahu untuk jangka waktu yang lama dapat memiliki efek negatif pada tubuh manusia. Misalnya ada masalah pada muskuloskeletal, spasme otot, dan kemiringan tubuh. Kemiringan pada tubuh dapat menyebabkan aktivitas otot yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan nyeri punggung dari waktu ke waktu.Meskipun informasi tentang efek berbahaya dari membawa tas bahu yang bebannya berat sebelah, siswa terus menggunakannya karena kenyamanan dan kebutuhan barang-barang siswa yang cukup bila menggunakan tas bahu.

Dari 63 sampel terdapat 60 orang yang mengalami perubahan postur ke samping. Anak-anak, yang bersekolah dengan membawa tas sekolah berat, menghadapi risiko lebih besar terkena nyeri punggung. Demikian hasil penelitian sebuah tim peneliti Spanyol.Temuan tersebut didapat dari hasil penelitian terhadap 1.400 anak sekolah di Galicia Utara, Spanyol. Mereka berusia antara 12 dan 17 tahun. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam jurnal Inggris ‘Archives of Disease in Childhood‘.Semua murid dipecah menjadi empat kelompok berdasarkan berat tas mereka. Siswa yang berada di kelompok dengan tas sekolah paling berat memiliki risiko 50 persen lebih tinggi untuk menderita nyeri punggung. Mereka memiliki risiko 42 persen lebih tinggi untuk menderita patologi punggung dibandingkan dengan kelompok siswa dengan tas paling ringan.

Dengan mengetahui bagaimana penggunaan tas dapat memengaruhi postur tubuh, kita dapat mengambil tindakan preventif yang lebih efektif. Memilih tas yang ergonomis, memperhatikan berat beban, dan mengatur cara penggunaan tas sekolah sehari-hari dapat menjadi kunci untuk mengurangi risiko skoliosis dan masalah tulang belakang lainnya.

Kesadaran akan dampak ini juga penting untuk orang tua, guru, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan tulang belakang anak-anak. Dengan perhatian serius terhadap faktor-faktor ini, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dengan tulang belakang yang sehat dan kuat.