Kelainan bentuk kaki yang paling sering terjadi adalah flat foot atau kaki datar, dimana bentuk lengkung kaki normal berkurang atau bahkan menghilang. Kaki datar dapat meningkatkan risiko cedera baik pada pergelangan kaki, lutut, dan panggul. Sebaliknya pada kaki juga bisa terjadi high arch dimana lengkung kaki justru lebih tinggi dari normal, yang menyebabkan daya redam / shock absorber kaki berkurang dan juga dapat menyebabkan permasalahan lain seperti cedera overuse. Permasalahan bentuk kaki lain yang sering dijumpai antara lain kaki x, kaki o, dan munculnya bunion/hallux valgus.

Untuk mengatasi permasalahan ini tentunya diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter. Pemeriksaan yang dilakukan di antaranya:

Pemeriksaan Kelainan Bentuk Kaki

Dokter akan melakukan observasi baik dari bentuk kaki, postur tubuh dan cara berjalan pasien. Akan dilihat bentuk kaki dan kesejajaran tulang kaki, serta apakah ada ketidakseimbangan postur baik pada panggul maupun pundak. Seringkali orang tua juga menyadari gaya jalan yang tidak normal pada pasien, seperti kaki jatuh ke dalam, atau menjinjit, atau kaki seperti dilempar ke luar.

Selain itu dilihat juga apa ada kondisi lain seperti bentuk lutut, ada tidaknya nyeri, luka seperti pada penderita diabetes, kalus atau penebalan kulit, tulang yang menonjol seperti di dekat ibu jari atau di belakang tumit, dan lain-lain. Hal-hal ini akan menjadi bagian evaluasi pada pemeriksaan kaki.

Pengukuran panjang kaki

Dokter akan memeriksakan panjang kaki pasien, apakah terdapat perbedaan panjang kaki di sisi kiri dan kanan. Dapat terjadi perbedaan panjang tulang kaki sesungguhnya, tetapi bisa juga tidak ada perbedaan panjang kaki namun ada salah satu sisi yang terlihat lebih panjang dikarenakan ketidakseimbangan di bagian panggul.

Pemeriksaan jejak kaki / foot print

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat area tekanan pada kaki, sehingga dapat tergambarkan bagian kaki mana yang lebih mengalami tekanan saat berdiri. Pemeriksaan ini kami lakukan seperti dengan menggunakan alat podograf atau podobaroscope, dimana pasien cukup berdiri dan kita dapat melihat hasil jejak kakinya.

Kelainan bentuk kaki
podograf

Pemeriksaan kaki dalam posisi statis dan dinamis

Kami juga akan melakukan pemeriksaan dengan alat analisa Sigma, dimana pada posisi statis / diam kita juga bisa melihat titik penekanan pada kaki secara lebih akurat lagi, baik di kaki depan, belakang, kanan, kiri. Kemudian melihat arah gerak beban pada kaki dan titik gravitasi tubuh. Dan pasien juga akan diminta berjalan sehingga kita bisa melihat perubahan pada kaki dalam kondisi dinamis / bergerak.

Kelainan bentuk kaki
foot print
Kelainan bentuk kaki

Setelah melakukan pemeriksaan di atas dokter akan menganalisa permasalahan bentuk kaki pada pasien dan memberikan terapi yang sesuai. Terapi pada pasien di antaranya program latihan untuk peregangan, mobilitas dan penguatan otot kaki, atau menggunakan alat bantu seperti insole dan pada kasus tertentu mungkin membutuhkan alat orthotik khusus seperti AFO (Ankle foot orthosis) atau KAFO (Knee ankle foot orthosis).

Kesehatan kaki yang baik dapat membantu kita hidup dengan lebih nyaman dan produktif, serta membantu menghindarkan dari berbagai risiko cedera dan nyeri kronis di panggul maupun pinggang.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security