Carpal tunnel atau lorong karpal adalah lorong sempit pada pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang-tulang pergelangan tangan dan jaringan penghubung antar tulang. Carpal tunnel syndrome (atau sindrom lorong karpal atau nyeri pergelangan tangan) terjadi ketika lorong karpal menjadi sempit akibat pembengkakan pada struktur daerah sekitarnya sehingga menekan syaraf medianus. Sindrom ini merupakan kejadian penjepitan syaraf tepi yang paling sering.

Carpal Tunnel

Faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko terjadinya CTS?

Sindrom lorong karpal dapat terjadi pada siapa saja, namun terdapat beberapa faktor dan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan risiko CTS. Beberapa hal termasuk diantaranya:

  • Perempuan. Secara penelitian, kelompok perempuan memiliki risiko lebih tinggi terjadinya CTS.
  • Pekerjaan berulang yang berkaitan dengan gerakan di pergelangan tangan. Pekerja atau atlet yang sering secara berulang terkena dampak penekanan pada pergelangan tangan mempunyai risiko yang lebih tinggi. Beberapa contohnya adalah seorang sekretaris atau programmer yang secara berulang dalam jangka waktu yang lama mengetik di komputer. Sehingga terjadi penekanan yang kronis pada daerah pergelangan tangan.

ngetik

  • Penyakit lain: obesitas, hipotiroid, gagal ginjal
  • Gaya hidup tidak sehat dan kebiasaan sehari-hari seperti merokok dan konsumsi alkohol. Berdasarkan penelitian, beberapa hal tersebut terbukti meningkatkan risiko terjadinya CTS.

drunk

  • Usia tua. Kurangnya cairan tubuh, menurunnya elastisitas pembuluh darah, dan timbulnya penuaan pada sendi dan tulang menjadi faktor risiko terjadinya CTS seiring dengan bertambahnya usia.

Apa saja gejala yang dapat timbul pada Carpal Tunnel Syndrome?

Gejala dan tanda yang dialami seseorang yang mengalami CTS sangatlah spesifik, diantaranya sebagai berikut:

  • Sensasi kesemutan
  • Rasa sakit hingga rasa seperti terbakar
  • Rasa kebas atau mati rasa pada jari-jari tangan
  • Pada kasus yang berat, dapat terjadi kelemahan pada otot tangan

Pemeriksaan Apa Saja yang Diperlukan?

Untuk memastikan gejala tersebut diatas, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti melihat apakah terdapat atrofi (pengecilan) otot, nyeri tekan pada daerah sekitar pergelangan tangan, dan ada tidaknya keterbatasan gerak pada sendi pergelangan tangan, serta pemeriksaan fisik khusus lainnya. Perlu diketahui bahwa saat dilakukan pemeriksaan fisik, pasien dapat merasakan nyeri.

Pemeriksaan klinis sebenarnya cukup untuk seorang dokter memastikan pasien terdiagosis CTS. Pemeriksan penunjang hanya dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi:

1. Imaging

Dapat dilakukan dengan X-ray, ultrasound, atau MRI. Digunakan untuk melihat struktur tulang dan jaringan lunak lain guna menilai kemungkinan penyakit lain seperti trauma (patah tulang atau retak) atau peradangan sendi.

2. Elektromyogram

Dapat dilakukan untuk mengukur aktivitas dan kekuatan otot. Dengan pemeriksaan ini dapat dinilai ada tidaknya kelemahan suatu otot.

3. Pemeriksaan konduksi saraf

Dapat dilakukan untuk menilai aktivitas elektrik suatu saraf. Dilakukan dengan cara menempelkan elektroda pada kulit.

4. Pemeriksaan darah

Jika diperlukan, dapat digunakan untuk melacak lebih lanjut kemungkinan diagnosis banding lain seperti infeksi.

Apa saja Terapi yang dapat dilakukan untuk Carpal Tunnel Syndrome?

Beberapa pilihan terapi untuk CTS meliputi terapi konservatif dan pembedahan. Terapi konservatif meliputi:

1. Pemberian obat anti inflamasi non-steroid

Ibuprofen dapat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri dan mengurangi peradangan.

2. Penggunaan splint

Biasanya digunakan pada malam hari, untuk mengurangi gejala yang timbul.

carpal Splint

3. Modifikasi aktivitas

Perlu dilakukan modifikasi pada aktivitas tertentu yang memperburuk gejala. Dapat dilakukan dengan mencegah gerakan yang menimbulkan nyeri, sementara menghindari aktivitas yang menimbulkan tegangan pada pergelangan tangan seperti mengetik dalam waktu yang lama, dan lain-lain.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security