Apakah itu Achilles Tendinitis?

Diambil dari nama seorang pahlawan yang sangat kuat pada masa perang Trojan, Achilles merupakan tendon terbesar dan terkuat pada tubuh kita. Meskipun begitu, tendon ini tetap rentan untuk mengalami cedera. Tendon Achilles adalah sebuah jaringan ikat yang terletak di pergelangan kaki bagian belakang tepatnya menghubungkan otot betis dengan telapak kaki bagian tumit. Jaringan inilah yang bekerja pada saat Anda melakukan kegiatan seperti berjalan, berlari, melompat, dan mendaki.

Tendinitis merupakan suatu kondisi di saat tendon sedang mengalami peradangan. Achilles Tendinitis menimbulkan rasa nyeri di daerah belakang pergelangan kaki dan dapat mengganggu penderitanya mengingat pentingnya fungsi dari jaringan ini untuk kegiatan sehari-hari.

Terdapat dua tipe Achilles Tendinitis berdasarkan letak peradangannya:

1. Noninsertional Achilles Tendinitis.

Pada tipe ini, serabut tendon bagian tengah mengalami robekan mikro dan dapat menunjukkan pembengkakan atau penebalan pada pergelangan kaki bagian belakang.

2. Insertional Achilles Tendinitis.

Tipe ini dikategorikan apabila tendinitis melibatkan tendon Achilles di bagian tumit. Pada tipe insertional ini, sering ditemukan bone spurs (pertumbuhan tulang ekstra) pada tumit yang dapat menambah rasa nyeri.

Penyebab Achilles Tendinitis.

Achilles Tendinitis sering disebabkan oleh cedera secara tiba-tiba atau stress berulang pada tendon. Hal-hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan atau robekan mikroskopik yang mencetuskan peradangan. Meskipun dapat terjadi pada siapapun dan pada usia berapapun, beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya Achilles Tendinitis, diantaranya:

  • Melakukan aktivitas yang intensif secara tiba-tiba tanpa melakukan pemanasan yang diikuti penambahan beban aktivitas secara bertahap
  • Otot betis sangat kencang (tidak meregang)
  • Penggunaan sepatu yang tidak tepat
  • Banyak melakukan gerakan melompat
  • Berlari pada permukaan yang keras
  • Bone Spurs (pertumbuhan tulang ekstra) pada bagian tumit, biasanya pada usia lanjut, yang dapat mengiritasi tendon dan kebanyakan menyebabkan Achilles Tendinitis tipe insertional
  • Struktur anatomis tungkai dan kaki yang abnormal. Individu dengan struktur kelengkungan telapak kaki yang kurang (telapak kaki cenderung datar) lebih mudah mengalami cedera tendon Achilles
  • Penggunaan antibiotik golongan fluoroquinolone meningkatkan resiko cedera

Gejala Achilles Tendinitis.

Pada umumnya beberapa gejala yang dirasakan oleh penderita Achilles Tendinitis adalah:

  • Nyeri dan kaku di sepanjang tendon Achilles terutama pada pagi hari
  • Nyeri dengan atau tanpa disertai pembengkakan pada area tendon Achilles atau di daerah pergelangan kaki bagian belakang yang memberat dengan aktivitas
  • Nyeri yang cukup berat pada keesokan hari setelah berolahraga
  • Penebalan pada area tendon Achiles
  • Tendon Achilles berderit pada perabaan atau pergerakan
  • Bone Spur (pada tipe insertional Achilles Tendinitis)

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Achilles Tendinitis?

Tendinitis pada tendon Achilles tidak dapat dihindari kejadiannya secara total, namun Anda dapat meminimalisir resiko terjadinya cedera pada tendon ini. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan tendon Achilles Anda mengalami cedera:

  • Selalu melakukan pemanasan sebelum beraktivitas terutama sebeum berolahraga dan meningkatkan beban aktivitas Anda secara bertahap dengan tujuan memberikan waktu bagi otot untuk meregang dengan baik
  • Melakukan jenis olahraga yang bervariasi. Apabila Anda sering melakukan olahraga yang high-impact seperti berlari, baiknya Anda menyelingi jenis olahraga Anda dengan yang berjenis low-impact contohnya berenang dan bersepeda yang minim memberikan beban pada tendon Achilles Anda.
  • Membatasi aktivitas yang memberikan beban berlebih bagi tendon Achilles seperti halnya mendaki bukit
  • Menggunakan sepatu yang nyaman dan dapat menyokong lengkungan telapak kaki Anda dengan baik. Anda juga perlu perhatikan sol sepatu yang sering Anda gunakan, karena keausan yang terjadi akibat sudah terlalu lama dipakai dapat membuat kaki Anda terbebani lebih berat. Bila sepatu Anda masih dalam kondisi yang baik namun sol bagian dalam sudah aus, Anda bisa memberikan sol tambahan yang sesuai dengan kaki Anda tanpa perlu mengganti dengan sepatu yang baru.

Perawatan di Rumah Saat Mengalami Achilles Tendinitis.

Bila Anda mengalami nyeri di pergelangan kaki bagian belakang yang mengarah pada nyeri akibat Achilles Tendinitis, Anda dapat melakukan terapi sendiri di rumah sebagai pertolongan pertama pada kejadian ini. Untuk mempermudah ingat saja kata R-I-C-E yang merupakan singkatan dari:

  • Rest (Istirahat). Anda sebaiknya beristirahat untuk mengurangi beban pada tendon Achilles Anda untuk beberapa hari. Ada baiknya bila Anda menggunakan tongkat untuk berjalan sehingga beban tubuh Anda dapat sebagian ditopang oleh tongkat tersebut.
  • Ice. Anda dapat menempelkan kantung berisi es batu di bagian tubuh Anda yang terasa nyeri selama kurang lebih 15 menit. Metode in juga bisa Anda lakukan setelah berolahraga
  • Compression. Pembebatan menggunakan perban elastis dapat membantu mengurangi bengkak dan meminimalisir pergerakan tendon.
  • Elevation. Memposisikan kaki Anda yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi bengkak. Posisi ini dapat Anda lakukan dengan cara mengangkat kaki Anda dan disAndarkan ke dinding selagi Anda tidur di malam hari.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter bila nyeri yang dirasakan mengganggu kegiatan sehari-hari Anda atau nyeri meningkat seiring waktu agar Anda mendapatkan pengobatan dan tata laksana lanjut dari dokter Anda. Apabila saat cedera Anda mendengar bunyi “pop” yang ditimbulkan oleh pergelangan kaki Anda, segeralah mencari penanganan dari dokter karena kemungkinan tendon Achilles Anda mengalami ruptur (robekan besar dapat bersifat sebagian atau total).

Terdapat 2 jenis latihan yang dapat Anda lakukan di rumah untuk memperkuat otot betis dan mengurangi stress pada tendon Achilles yang disarankan oleh AAOS.

1. Calf stretch

Pada latihan ini Anda memposisikan tubuh menghadap dinding dan menaruh kedua telapak Anda pada dinding. Berdiri dengan satu kaki yang lurus dan kaki lainnya dalam posisi diangkat lutut menekuk. Condongkan badan Anda ke depan dan tahan posisi ini hingga 10 detik kemudian relaksasi. Lakukan sebanyak 20 kali untuk masing-masing kaki kanan dan kiri.

2. Bilateral heel drop

Posisi pada latihan ini yaitu berdiri dengan setengah bagian telapak kaki Anda di ujung anak tangga sambil berpegangan pada railing agar membantu keseimbangan. Setelah itu berjinjit kemudian turunkan telapak kaki Anda pada titik terendah yang bisa dicapai secara perlahan-lahan. Lakukan sebanyak 20 kali dan jangan terburu-buru karena dapat menimbulkan cedera yang lebih serius.

Tata Laksana Achilles Tendinitis di Fasilitas Kesehatan.

Terapi untuk Achilles tendinitis dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan dan kesimpulan yang diambil dokter yang diawali dengan pemeriksaan. Di awal dokter akan mewawancarai Anda mengenai nyeri kaki yang Anda rasakan berikut faktor resiko yang menjadi pendukungnya. Anda dapat mengutarakan kekhawatiran Anda agar menjadi pertimbangan tambahan bagi dokter untuk menetapkan target dan metode terapi.

Pemeriksaan fisik yang biasanya dilakukan oleh dokter pada pasien yang dicurigai mengalami tendinitis pada Achilles adalah dengan meraba juga sedikit menekan bagian pergelangan kaki dan tumit Anda untuk menilai adanya pembengkakan, penebalan, adanya pertumbuhan tulang tambahan (spurs), dan juga mengetahui titik dimana nyeri terasa paling intens.

Pemeriksaan penunjang tidak selalu dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis Achilles tendinitis, namun terkadang dokter memesan pemeriksaan seperti X-ray, MRI, atau USG untuk mengkonfirmasi diagnosis ini. Selain itu pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi nyata tendon Achilles dan jaringan sekitarnya.

Untuk terapi, seringnya obat anti radang seperti ibuprofen atau aspirin akan diresepkan oleh dokter. Obat tersebut dapat mengurangi nyeri dan bengkak namun tidak untuk mengurangi penebalan. Karena biasanya penggunaan obat ini bisa mencapai lebih dari 1 bulan, pengawasan dari dokter sangatlah penting untuk mengetahui adanya efek samping yang terjadi. Terkadang boots prostetik disarankan oleh dokter bila nyeri yang dirasakan sangatlah berat.

Pada umumnya Achilles tendinitis akan sembuh dalam 3 hingga 6 bulan. Pembedahan dilakukan apabila tendinitis tidak sembuh lebih dari 6 bulan atau terjadi ruptur tendon. Prosedurnya menyesuaikan dengan letak dan besarnya kerusakan pada tendon Achilles.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security