Pengertian Fibromyalgia

Fibromyalgia merupakan gangguan muskuloskeletal kronis yang ditandai dengan rasa pegal di seluruh tubuh dan dapat disertai kelelahan, gangguan tidur, dan gangguan kognitif. Kondisi ini cukup umum ditemukan. Fibromyalgia dapat terjadi pada 1 dari 25 orang dengan derajat keparahan yang berbeda. Selain itu, fibromyalgia juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga dapat mengurangi kualitas hidup penderitanya.

Fibromyalgia

Penyebab Fibromyalgia

Hingga saat ini penyebab utama fibromyalgia masih belum diketahui. Dari beberapa penelitian didapatkan teori bahwa fibromyalgia dapat disebabkan oleh kelainan genetik yang didukung oleh faktor-faktor lain yang menimbulkan stress (baik fisik maupun psikis) sebagai pemicunya. Contohnya seperti: infeksi, operasi, cedera, melahirkan, kehilangan anggota keluarga, dan lain sebagainya. Meskipun begitu, beberapa kasus fibromyalgia timbul tanpa adanya pencetus.

Beberapa studi juga menemukan bahwa penderita fibromyalgia memiliki kadar hormon serotonin, noradrenalin, dan dopamin yang lebih rendah pada otak. Kurangnya kadar hormon-hormon dapat menjadi faktor kunci terjadinya fibromyalgia. Fungsi dari hormon-hormon tersebut adalah untuk mengatur mood, perilaku, jadwal tidur, selera makan, dan respon terhadap berbagai situasi. Selain itu, hormon-hormon tersebut juga mempunyai peran dalam pemrosesan sinyal nyeri yang dikirim oleh saraf.

Faktor Resiko Fibromyalgia

Fibromyalgia dapat menyerang siapapun dan di usia berapapun, namun terdapat beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan Anda untuk menderita fibromyalgia diantaranya:

  1. Jenis kelamin wanita. Penderita fibromyalgia berjenis kelamin wanita 7 kali lebih banyak dibandingkan yang berjenis kelamin pria

2. Usia. Fibromyalgia banyak ditemukan pada usia 30 hingga 50 tahun. Meski demikian, anak-anak dan lansia juga dapat menderita penyakit ini. Resiko fibromyalgia semakin meningkat dengan bertambahnya usia.

3. Riwayat fibromyalgia pada keluarga. Bila Anda memiliki anggota keluarga yang mempunyai kondisi ini, resiko Anda mengalaminya juga semakin besar. Hal ini kemungkinan besar terkait dengan gen yang diturunkan.

4. Penyakit lain yang menyertai misalnya:

  • Osteoarthritis (radang pada sendi akibat degenerasi tulang rawan)
  • Rheumatoid arthritis (radang sendi akibat sistem imun menyerang sel yang sehat pada sendi)
  • Lupus (sistem imun menyerang sel atau jaringan yang sehat di berbagai bagian tubuh)
  • Ankylosing spondylitis (kondisi kronis dimana tulang belakang mengalami peradangan)
  • Temporomandibular disorder (gangguan pada pergerakan sendi rahang)

Gejala Fibromyalgia

Gejala fibromyalgia dapat bervariasi pada setiap orang, tetapi nyeri atau rasa pegal pada seluruh bagian tubuh menjadi gejala yang paling sering ditemukan. Gejala juga dapat membaik atau memburuk tergantung dari tingkat stress, perubahan cuaca, dan beratnya aktivitas fisik. Gejala yang dapat mengarah ke penyakit ini meliputi:

  • Nyeri otot di sekujur tubuh

Nyeri dapat dirasakan pada seluruh bagian tubuh namun, paling sering dikeluhkan atau paling berat terasa pada leher dan punggung. Nyeri yang dirasakan dapat terasa seperti ditusuk atau terbakar. Selain itu penderita fibromyalgia juga dapat merasakan nyeri akibat hal-hal yang seharusnya tidak menimbulkan nyeri. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya abnormalitas respon nyeri pada sistem saraf.

Nyeri dada pada fibromyalgia dapat disalah artikan menjadi penyakit jantung. Keduanya sama-sama dapat membuat penderitanya merasakan sesak. Nyeri dada fibromyalgia terpusat pada tulang rawan yang menghubungkan tulang iga dan tulang dada. Selain itu rasa nyeri terasa lebih tajam seperti ditusuk dibandingkan nyeri dada pada penyakit jantung.

  • Kelelahan
  • Gangguan tidur
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Gangguan cemas
  • Sulit berkonsentrasi
Fibromyalgia Symptoms

Selain gejala-gejala di atas, terdapat juga kondisi yang sering disebut dengan fibromyalgia fog atau fibro fog, yaitu kondisi dimana gangguan kognitif mulai timbul pada penderita fibromyalgia. Gejalanya yaitu sulit mengingat atau mempelajari hal baru, sulit berkonsentrasi, dan berbicara lambat atau melantur.

Diagnosis Fibromyalgia

Diagnosis fibromyalgia sulit untuk ditegakkan sebab gejalanya dapat menyerupai penyakit-penyakit lain. Segeralah ke dokter untuk berkonsultasi agar Anda dapat mengetahui penyakit yang diderita bila memiliki gejala seperti di atas agar penanganannya pun tepat. Dokter akan menanyakan keluhan yang Anda rasakan. Deskripsikan secara rinci apa saja yang Anda keluhkan serta sampaikan faktor resiko yang Anda miliki bila ada. Diagnosis fibromyalgia akan tegak bila gejala nyeri otot menyebar yang Anda rasakan lebih dari 3 bulan. Menyebar yang dimaksud adalah terasa pada kedua sisi tubuh dan juga dirasakan pada bagian atas maupun bawah pinggang.

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan melihat dan sedikit menekan area-area tubuh yang dirasakan sakit untuk melihat apakah terdapat cedera atau peradangan yang bisa mengeksklusi diagnosis fibromyalgia.

Hal lain yang membuat diagnosis fibromyalgia sulit ditegakkan adalah tidak adanya pemeriksaan penunjang yang dapat membantu menegakkan diagnosis. Meskipun begitu, beberapa pemeriksaan penunjang seperti halnya pencitraan dengan X-ray atau pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis lain sehingga diagnosis fibromyalgia dapat ditentukan.

Terapi Fibromyalgia

Ada banyak sekali jenis terapi dan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi fibromyalgia. Sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu dulu dengan dokter untuk menentukan terapi manakah yang paling tepat dengan kondisi Anda, sebab pendekatan terapi antar masing-masing penderita dapat berbeda.

1. Pengobatan

Beberapa jenis obat dapat digunakan dan dikombinasikan sebagai terapi fibromyalgia diantaranya

  • Obat anti nyeri. Penggunaan anti nyeri pada fibromyalgia bertujuan untuk menurunkan tingkat nyeri dan mengatasi rasa tidak nyaman. Contoh obat yang sering digunakan adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin. Obat-obatan tersebut dapat dibeli secara bebas di apotek, namun sebaiknya Anda tetap mengkonsumsinya sesuai anjuran dan di bawah pengawasan dokter. Apabila nyeri masih tidak dapat teratasi dengan obat-obatan tersebut, terkadang dokter meresepkan obat antinyeri yang lebih kuat seperti kodein dan tramadol. Namun penggunaannya dapat memicu ketergantungan dan Anda akan membutuhkan dosis yang meningkat secara bertahap seiring waktu penggunaan yang terus menerus. Anda dapat mengalami gejala lainnya bila penggunaan obat ini dihentikan secara tiba-tiba. Untuk itu, penggunaannya harus disertai resep dan pemantauan dokter.
  • Antidepressants. Obat ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri dengan meningkatkan kadar beberapa substansi kimia pembawa pesan rasa nyeri dari dan menuju otak.
  • Muscle relaxant. Obat relaksan otot dapat diberikan apabila Anda merasakan kaku atau spasme otot (nyeri saat otot berkontraksi) sebagai efek dari fibromyalgia
  • Anti kejang. Beberapa obat anti kejang memiliki efek untuk mengatasi fibromyalgia. Namun penggunaannya dapat menimbulkan efek samping seperti pusing, rasa lelah, penambahan berat badan, dan bengkak pada tangan dan kaki.
  • Antipsikotik. Antipsikotik terkadang digunakan untuk mengatasi nyeri dalam jangka panjang, namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti kelelahan dan tremor.
  • Obat tidur. Fibromyalgia dapat menyebabkan dan juga disebabkan oleh jadwal tidur yang terganggu, sehingga beberapa pasien membutuhkan obat ini untuk membantu meningkatkan kualitas tidur.

2. Terapi lainnya

Selain dengan obat, beberapa terapi lain juga dapat membantu penyembuhan fibromyalgia, contohnya

  • Hidroterapi dengan berenang, duduk, atau melakukan latihan ringan dalam air hangat.
  • Cognitive behavioural therapy. Terapi dengan berkomunikasi dengan tujuan untuk merubah cara pandang penderita fibromyalgia agar menjadi lebih positif.
  • Psikoterapi yang juga merupakan terapi dengan berkomunikasi untuk membantu memahami dan berdamai dengan pikiran dan perasaan.
Hydrotherapy

3. Terapi Alternatif

Beberapa penderita fibromyalgia juga menjalani terapi alternatif untuk melengkapi terapi lainnya. Contoh terapi alternatif yang sering dilakukan diantaranya:

  • Akupunktur
  • Terapi pijat (massage therapy)
  • Relaksasi dengan bantuan aromaterapi
Akupuntur

Meskipun belum didapatkan bukti yang kuat mengenai efek terapi ini terhadap penyembuhan fibromyalgia, beberapa orang dengan penyakit ini merasakan efek relaksasi yang membuat stress berkurang sehingga mereka dapat menghadapi kondisi yang ada dengan lebih baik.

4. Perawatan di rumah

Terdapat juga beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu Anda mengatasi fibromyalgia. Secara keseluruhan, gaya hidup Anda merupakan hal yang paling penting untuk diperbaiki sehingga kualitas hidup Anda juga meningkat, contohnya:

  • Olahraga. Memang benar fibromyalgia dapat dicetuskan oleh olahraga yang berlebih, namun bukan berarti Anda tidak boleh berolahraga. Anda dapat melakukan olahraga yang telah disesuaikan dengan cara berkonsultasi dengan dokter atau instruktur terlebih dahulu.
  • Mengatur jadwal. Seimbangkan waktu Anda untuk bekerja dan beristirahat. Jangan memforsir tubuh Anda secara berlebih
  • Tidur teratur. Tidur juga menjadi masalah bagi penderita fibromyalgia. Untuk mendapat jadwal tidur yang teratur, Anda dapat membuat kegiatan rutin sebelum tidur yang membuat Anda rileks seperti mandi atau minum susu hangat. Anda juga dapat menciptakan ruangan yang nyaman untuk Anda tidur juga menghindari konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol sebelum tidur.
Rules of Healthy Sleep
  • Makan makanan seimbang. Nutrisi sangat penting untuk memberikan energi bagi tubuh sehingga gejala kelelahan dapat berkurang. Banyak konsumsi sayur juga buah dan mengurangi makanan dengan kadar gula tinggi dapat membantu Anda. Selain itu Anda juga harus minum air putih yang cukup.