Pernahkah Anda mendengar istilah varises? Istilah ini cukup dikenal oleh masyarakat umum karena memang banyak yang memiliki kondisi ini. Untuk mengetahui lebih dalam, mari simak artikel berikut ini

Apakah Varises Itu?

Varises merupakan suatu kondisi dimana pembuluh darah vena mengalami pelebaran atau pembengkakan akibat penumpukan darah di dalamnya. Varises dapat dilihat sebagai pembuluh yang tampak kebiruan di bawah kulit dengan atau tanpa adanya penonjolan. Kondisi ini dapat timbul di pembuluh vena bagian tubuh manapun seperti pada anus (yang dikenal dengan wasir), kerongkongan (varises esofagus), panggul, dan bagian tubuh lainnya. Di antara semuanya, varises paling banyak terjadi di tungkai tepatnya di daerah betis. Varises termasuk kondisi yang sangat umum, kejadiannya dialami oleh sekitar 25% orang dewasa terutama wanita usia lanjut.

Bagaimana Varises Bisa Timbul?

Pembuluh vena berfungsi untuk mengalirkan darah ke jantung. Pada vena terdapat katup-katup kecil satu arah yang mencegah darah untuk mengalir ke arah sebaliknya. Tentu saja katup ini juga berperan besar pada vena di tungkai, yaitu agar darah dapat mengalir melawan gravitasi. Pada varises, katup ini mengalami kerusakan atau kelemahan sehingga darah berbalik arah dan terakumulasi di suatu titik dalam vena. Akibatnya vena jadi melebar dan membengkak.

Faktor Resiko Varises

Varises dapat terjadi pada siapapun, namun beberapa orang memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalaminya. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab meningkatnya peluang tersebut meliputi:

  • Usia di atas 50 tahun. Hal ini disebabkan karena berkurangnya elastisitas pembuluh darah yang membuat katup menjadi lemah. Elastisitas semakin berkurang seiring pertambahan usia
  • Jenis kelamin wanita. Perubahan hormon yang terjadi saat mengalami pubertas, hamil, menopause, atau mengkonsumsi pil KB dapat membuat pembuluh darah menjadi lebih lemah sehingga katup rentan untuk bocor.
  • Riwayat keluarga. Kemungkinan Anda untuk mengalami varises lebih besar apabila terdapat anggota keluarga dengan riwayat varises juga.
  • Obesitas. Tekanan yang diberikan kepada pembuluh darah vena di kaki menjadi lebih besar apabila menyokong beban tubuh yang berat sehingga pengembalian darah ke jantung menjadi kurang lancar
  • Kehamilan. Selain dari perubahan hormon dan berat tubuh yang bertambah saat hamil, produksi darah juga cenderung meningkat sehingga tekanan pada vena pun menjadi bertambah. Varises biasanya akan hilang dengan sendirinya pada waktu 3 hingga 12 bulan setelah melahirkan.
  • Pekerjaan tertentu yang melibatkan posisi berdiri terlalu lama akan mempersulit darah dalam vena untuk kembali ke jantung karena harus melawan gravitasi sehingga varises lebih mudah untuk timbul
  • Riwayat trauma pada kaki dapat merusak katup dalam pembuluh darah sehingga kemampuan vena untuk mengembalikan darah ke jantung menjadi tidak optimal

Apa Sajakah Tanda Dan Gejala Varises?

Pada umumnya, gejala yang ditimbulkan varises adalah pembuluh darah yang tampak kebiruan dan melebar di bawah kulit. Gejala lainnya yang juga dapat timbul adalah:

  • Kaki terasa nyeri, berat, tidak nyaman, atau muncul sensasi seperti terbakar setelah berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang cukup lama
  • Pembuluh darah vena tampak menonjol dan dapat terasa denyutnya
  • Permukaan kulit yang terkena varises menjadi kemerahan, kering, dan gatal (statis dermatitis)
  • Bengkak pada kaki dan pergelangan kaki

Diagnosis Varises

Pada kebanyakan kasus, varises tidak menimbulkan gejala lain selain pelebaran vena yang tampak di bawah kulit dan termasuk varises ringan sehingga Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah. Meskipun begitu, akan lebih baik bila Anda memeriksakan dahulu kondisi Anda ke dokter karena bisa jadi varises yang timbul merupakan tanda dari masalah kesehatan lain.  Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila terdapat rasa sakit atau iritasi pada kulit di daerah varises terjadi atau varises menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas dan tidur. Selain itu Anda juga dapat berkonsultasi apabila Anda merasa varises mengganggu penampilan.

Untuk mendiagnosis varises, pertama-tama dokter akan menanyakan mengenai keluhan yang Anda rasakan. Selain itu dokter juga akan menggali apabila Anda memiliki faktor resiko yang meningkatkan kemungkinan Anda terkena varises. Setelah itu, pemeriksaan fisik dilakukan terhadap keluhan Anda. Varises sudah dapat didiagnosis dari penampakan pembuluh vena yang melebar di bawah kulit sehingga biasanya pemeriksaan penunjang tidak dibutuhkan. Namun dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan apabila komplikasi varises dicurigai terjadi. Contoh pemeriksaan penunjang yang sering digunakan untuk varises adalah duplex ultrasound. Pemeriksaan ini dapat mencitrakan kondisi pembuluh darah sekaligus melihat arah aliran darah, sehingga kinerja katup pembuluh darah dapat dievaluasi. Penyumbatan pada vena juga dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan ini. Selain itu, pemeriksaan dengan angiogram juga cukup sering digunakan untuk memeriksa aliran darah pada vena. Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan zat kontras ke dalam vena agar ikut mengalir bersama darah kemudian X-ray dilakukan untuk memberikan pencitraan aliran darah. Bila aliran darah tidak lancar kemungkinan terdapat sumbatan di dalam pembuluh.

Pengobatan Varises

Sebagian besar kasus varises hanya menimbulkan masalah kosmetik, sehingga penanganan tidak selalu diperlukan. Pengobatan untuk varises cukup beragam, pilihannya akan ditentukan oleh usia, tingkat keparahan varises, ukuran, gejala yang dialami, kondisi area varises kondisi kesehatan secara umum, harapan akan hasil terapi, dan tentu saja keputusan dari pasien. Varises yang tergolong ringan dapat diatasi dengan pengobatan sendiri di rumah. Namun apabila varises cukup parah, terapi yang lebih invasif mungkin diperlukan. Tujuan dari terapi pada varises adalah untuk mencegah komplikasi, meredakan gejala, dan memperbaiki penampilan (kosmetik). Varises yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berupa timbulnya luka, pendarahan, dan terbentuknya gumpalan darah (thrombophlebitis).

1. Perawatan di rumah

Perawatan mandiri di rumah tidak hanya dilakukan untuk mengatasi varises ringan, namun juga dapat dilakukan oleh siapapun untuk mencegah masalah pada pembuluh darah. Memperbaiki gaya hidup merupakan inti dari perawatan varises di rumah. Berikut ini merupakan hal yang bisa Anda lakukan:

Rutin berolahraga

Olahraga seperti berjalan kaki dapat meningkatkan tonus otot dan memperbaiki sirkulasi darah di kaki. Lakukan selama kurang lebih 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu untuk hasil yang maksimal. Hindari olahraga seperti angkat beban karena dapat menambah tekanan pada kaki.

Menjaga berat badan ideal

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berat badan berlebih merupakan salah satu faktor resiko terjadinya varises. Pola makan Anda perlu diatur untuk mencapai berat badan yang ideal. Hindari konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, serta makanan tinggi protein. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung garam berlebih karena salah satu efek natrium adalah menahan air untuk tetap berada di dalam tubuh sehingga cairan yang tertahan dapat menambah tekanan di dalam pembuluh darah

Mengistirahatkan kaki

Salah satu cara untuk mengatasi varises adalah dengan mengistirahatkan kaki dengan cara meluruskannya dan meletakkan kaki lebih tinggi dari jantung, contohnya mengangkat dan menyandarkan kedua kaki di dinding saat Anda berbaring. Posisi ini membantu darah untuk mengalir dari kaki kembali ke jantung dan dapat dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali masing-masing selama 15 menit.

Menghindari berdiri atau duduk sila dalam waktu yang lama.

Bila Anda tidak dapat melakukannya, Anda bisa merubah posisi setiap 30 menit.

2. Pengobatan medis

Selain untuk mengatasi varises yang cukup berat, pengobatan medis biasanya dilakukan pada varises yang tidak kunjung membaik atau menjadi lebih parah dengan perawatan mandiri. Contoh dari terapi ini diantaranya:

  • Stoking kompresi dapat memberikan tekanan yang cukup untuk membantu vena mengembalikan darah ke jantung juga dapat mengurangi bengkak di kaki
  • Skleroterapi yaitu prosedur penyuntikan cairan kimia yang bertujuan untuk mengiritasi pembuluh darah sehingga pembuluh rusak kemudian diserap oleh jaringan sekitar dan memudar seiring waktu. Darah pun akan dialirkan melalui pembuluh lain yang lebih sehat.
  • Ablasi. Prosedur ini juga bertujuan untuk membuat kerusakan pada vena dengan menggunakan laser atau gelombang radio dengan prinsip terapi yang mirip dengan skleroterapi

3. Tindakan Bedah atau Operasi dengan ligasi vena dan stripping

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security