Apa itu Obesitas atau kegemukan?

Obesitas atau kegemukan adalah keadaan tubuh dengan lemak tubuh yang melebih normal. Obesitas atau kegemukan merupakan penyakit metabolik yang sangat banyak terjadi di masyarakat. Di Indonesia sendiri angka kegemukan dilaporkan mencapai 35,4% di tahun 2018. Lalu apa masalahnya dengan obesitas yang meningkat? Penderita obesitas memiliki risiko mengalami berbagai penyakit lain. Tetapi sebelumnya mari kita pelajari dulu bagaimana cara menentukan apa seseorang termasuk obesitas atau tidak.

Cara Mengetahui Seseorang itu Obesitas?

Pada umumnya adanya peningkatan berat badan berarti menuju kegemukan, tetapi bila hendak lebih spesifik, kita harus mengukur dari kadar lemak tubuh. Kondisi dengan peningkatan berat badan tetapi tidak terjadi peningkatan lemak tubuh bukan mengindikasikan kegemukan yang sebenarnya. Ini biasa berlaku pada atlet yang banyak melakukan latihan untuk meningkatkan besar otot.

Dengan mengukur berat badan dan tinggi badan kita bisa mengetahui indeks massa tubuh seseorang (IMT). Tabel di bawah ini menggambarkan kriteria seseorang disebut normal, berat badan berlebih atau kegemukan berdasarkan IMT.

Tabel Klasifikasi Obesitas Menurut WHO untuk Asia Pacific

Penetapan kegemukan bisa juga mempergunakan persentase lemak tubuh dengan menggunakan pengukuran melalui timbangan menggunakan BIA (Bioelectrical impedance analysis). Distribusi lemak tubuh bisa diukur berdasarkan jumlah dan letaknya.

Telah kita ketahui bahwa lemak berlebih pada obesitas sangat berbahaya untuk tubuh kita. Selain itu ternyata lemak sentral yang terakumulasi dalam perut yang dikenal sebagai obesitas sentral juga sangat berbahaya. Mulai dari tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis dan akhirnya bisa menjadi sindroma metabolik. Obesitas bahkan juga dihubungkan dengan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Untuk itu diperlukan perubahan gaya hidup dengan melakukan olahraga dan diet yang sesuai agar pasien bisa menjadi sehat dan bugar kembali, serta memiliki kondisi yang terkontrol baik tekanan darah, kadar lemak tubuh maupun kadar gula darahnya.

Manfaat olahraga pada orang dengan obesitas?

Olahraga sangat baik bagi kesehatan, terlebih apabila kita mengalami obesitas karena:

  • Olahraga dapat menurunkan kadar lemak tubuh.
  • Olahraga dapat menurunkan/ mempertahankan berat badan ideal.
  • Olahraga dapat mempertahankan tekanan darah yang normal.
  • Olahraga dapat memperbaiki profil gula darah menjadi normal.
  • Olahraga dapat mencegah penyakit penyakit karena kurang bergerak misalnya hipertensi, diabetes mellitus, sindroma metabolic.
  • Olahraga dapat membentuk body goal.
  • Olahraga dapat mempertahankan Kesehatan dan kebugaran tubuh.

Dengan berolahraga maka tubuh akan mengalami metabolisme energy. Segala asupan nutrisi akan mengalami metabolisme, apabila ditambah dengan melakukan olahraga energi yang dilepas akan semakin banyak dan semakin baik. Kombinasi dengan diet yang baik akan mengakibatkan penurunan berat badan yang bermakna pada orang yang mengalami kegemukan.

Syarat-syarat olahraga untuk pasien obesitas

Pemeriksaan prepartisipasi

Untuk melakukan olahraga yang aman, seseorang dengan obesitas diharapkan melakukan pemeriksaan prepartisipasi yaitu berupa pemeriksaan jantung, paru-paru dan kondisi otot-otot dan tulang pada tubuh yang menyokong.


Dilakukan oleh pasien obesitas dengan hati-hati

Pemberian olahraga pada pasien dengan obesitas harus dilakukan dengan hati-hati dengan menerapkan prinsip-prinsip berolahraga secara baik.

Pasien obesitas memiliki risiko lebih besar saat berolahraga sehingga membutuhkan pengawasan untuk mendapatkan manfaat olahraga yang maksimal. Selain itu pilihan olahraga pada pasien obesitas dipilih yang lebih tidak membebani persendian lutut, sehingga olahraga seperti berenang atau menggunakan sepeda statis dapat menjadi pilihan.

Olahraga yang teratur dan sesuai target dapat membantu menurunkan berat badan lebih efektif dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.