Skoliosis pada Anak kecil atau Infantile Idiophatic Scoliosis

Skoliosis pada anak adalah kondisi medis di mana tulang belakang anak mengalami kelengkungan yang tidak normal. Tulang belakang seharusnya memiliki bentuk yang lurus ketika dilihat dari depan atau belakang. Namun, pada skoliosis, terjadi kelengkungan samping yang dapat membentuk huruf “S” atau “C”. Kondisi ini dapat berkembang selama pertumbuhan anak, terutama saat mereka memasuki masa pubertas.

Penyebab skoliosis pada anak bisa bervariasi, termasuk faktor genetik, kelainan bawaan, atau kondisi medis tertentu. Beberapa jenis skoliosis pada anak melibatkan kelainan struktural pada tulang belakang, sementara yang lain bersifat fungsional dan dapat dikoreksi dengan perubahan postur atau terapi fisik.

Gejala Skoliosis pada Anak

Gejala skoliosis pada anak dapat bervariasi, tetapi beberapa tanda yang mungkin muncul meliputi:

  1. Ketidakseimbangan pada bahu atau pinggul.
  2. Ketidakrataan ketika anak berdiri atau berjalan.
  3. Punggung terlihat tidak lurus atau membentuk kurva yang tidak normal.
  4. Perubahan pada postur dan penampilan fisik anak.

Skoliosis bisa berkembang dimulai dari anak usia 3 tahun. Sangat diperlukan pengobatan yang tepat, guna menghindarkan dia dari operasi dan konsekuensi yang lebih buruk.

Skoliosis pada anak

Apakah Skoliosis Pada Anak Bisa Diobati?

Skoliosis pada anak dapat dikelola dan diobati, tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Penting untuk diingat bahwa beberapa jenis skoliosis mungkin dapat diatasi atau dikurangi, sementara yang lain mungkin memerlukan perawatan jangka panjang atau intervensi bedah.

Berikut adalah beberapa pendekatan pengelolaan dan pengobatan untuk cara mengatasi skoliosis pada anak:

  1. Pemantauan Rutin: Pada beberapa kasus skoliosis yang ringan, dokter mungkin hanya memantau perkembangannya secara rutin tanpa perlu intervensi aktif.
  2. Terapi Fisik: Program terapi fisik dapat direkomendasikan untuk memperkuat otot-otot yang mendukung tulang belakang dan meningkatkan postur.
  3. Alat Penyangga: Beberapa anak mungkin memerlukan alat penyangga tulang belakang (brace) untuk membantu menghentikan atau mengurangi kemajuan kelengkungan tulang belakang, terutama selama masa pertumbuhan cepat.
  4. Latihan dan Aktivitas Fisik: Olahraga dan latihan khusus dapat membantu memelihara fleksibilitas dan kekuatan otot-otot penyangga tulang belakang.
  5. Intervensi Bedah: Pada kasus yang lebih parah atau jika skoliosis terus berkembang, intervensi bedah mungkin diperlukan. Ini terutama diterapkan pada skoliosis yang sangat parah atau menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis ortopedi untuk mendapatkan rekomendasi yang spesifik untuk kondisi skoliosis pada anak. Perawatan yang tepat akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat keparahan skoliosis, usia anak, dan penyebab kelengkungan tulang belakang. Semakin dini skoliosis dideteksi, semakin baik kemungkinan hasil pengelolaan dan pengobatan.

Penting orang tua mengamati tumbuh kembang anaknya, karena pada fase pertumbuhan, anak seringkali tidak mengalami rasa sakit atau terganggu. Bahkan seringkali mereka tidak menyadari kalo postur badan mereka miring, bungkuk dan kebiasaan duduk, posisi belajar dan berdiri anak Anda memperburuk semua itu. Tapi kebiasaan buruk bukanlah penyebab dari skoliosis.

Penyebab Skoliosis Pada Anak

Penyebab skoliosis pada anak dapat bervariasi dan tidak selalu jelas. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memengaruhi perkembangan skoliosis pada anak melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab skoliosis pada anak:

  1. Faktor Genetik: Beberapa kasus skoliosis memiliki dasar genetik, artinya ada kecenderungan untuk kondisi ini dalam keluarga. Jika ada riwayat keluarga dengan skoliosis, anak tersebut mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi ini.
  2. Kelainan Bawaan: Beberapa anak mungkin lahir dengan kelainan tulang belakang yang dapat menyebabkan skoliosis. Misalnya, adanya vertebra tambahan atau kurang (kelainan kongenital) atau kelainan struktural lainnya dapat memicu perkembangan skoliosis.
  3. Neuromuskular Conditions: Beberapa kondisi neuromuskular, seperti dystrofi otot atau cerebral palsy, dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot dan memicu skoliosis.
  4. Postural atau Fungsional: Beberapa kasus skoliosis pada anak mungkin bersifat postural atau fungsional, yang berarti kelengkungan tulang belakang dapat diubah dengan perubahan postur. Ini mungkin terjadi karena ketidakseimbangan otot atau kebiasaan postur yang buruk.
  5. Tidak Diketahui (Idiopatik): Skoliosis idiopatik adalah jenis skoliosis yang tidak memiliki penyebab yang jelas. Ini adalah bentuk paling umum dari skoliosis pada anak-anak dan remaja. Skoliosis idiopatik dibagi menjadi dua jenis, yaitu adolescent idiopathic scoliosis (AIS) yang muncul selama masa remaja dan infantile idiopathic scoliosis (IIS) yang muncul pada bayi.

Pada usia berapakah masa rawan itu?

Pada usia 0-6 tahun pada anak kecil, dan usia 10-13 tahun (tergantung juga pada usia menstruasi / perubahan suara) pada usia remaja / puber, merupakan fase pertumbuhan tulang belakang yang sangat cepat (pertumbuhan badan – body length). Pada umur ini kita melihat tinggi badan anak kita berkembang dengan sangat cepat. Sehingga seringkali para ibu akan membelikan ukuran baju yang lebih besar dari yang ukuran badan anaknya, agar bisa dipakai lebih lama.

Pada fase-fase umur ini, sangat diperlukan perhatian orang tua dalam mengamati kesehatan tulang belakang anaknya. Bila ada asimetri atau ketidak seimbangan antara kiri dan kanan agar segera melakukan pemeriksaan ke dokter, lakukan foto rontgen dan pilihlah pengobatan yang tepat, guna menghindari operasi.

growthspurttable
growthspurttable

Di bawah ini pemakaian Brace GBW pada pasien anak usia 3 tahun, yang mencapai koreksi hingga 60% dalam pemakaian brace GBW.

Kurva 28° sebelum pakai brace
Turun hingga 5° dalam brace

Di bawah ini, Pasien Anak kecil usia 4 tahun, yang mengunakan brace GBW di Indonesia. Pada awalnya menangis, tetapi 2 minggu kemudian, berlari-lari dalam kondisi memakai brace dan tidak merasakan sakit. Koreksi hingga 70%.

Kurva 28° sebelum pakai brace
Kurva 28° sebelum pakai brace
Turun hingga 5° dalam brace
Turun hingga 5° dalam brace

Skoliosis pada anak kecil / balita bisa diobati, asal dari dini dideteksi dan pengobatan tepat dengan brace GBW dan pengawasan berkala

Pada umur 7 tahun bisa belajar Program Schroth, Fisiologic tubuh dan Aktifitas Hidup Sehari-hari yang benar (seperti cara duduk, berjalan, berdiri, posisi belajar, dll)

Sebagai orang tua, pastikan pengobatan Anak Anda tidak terlambat dan kesembuhan ada di dalam genggaman tangan anda.