Duduk dengan dompet mengganjal pada saku celana belakang di salah satu sisi sudah menjadi kebiasaan bagi banyak kaum Adam. Kebiasaan ini tentu sangat tidak baik bagi postur.

Posisi duduk dengan dompet mengganjal seperti ini menyebabkan pelvis (panggul) menjadi tidak sejajar, satu sisi menjadi lebih tinggi dan terangkat (tilted) dari sisi sebelahnya. Secara alamiah, badan akan berupaya tetap tegak dan simetris. Tulang belakang akan melakukan kompensasi mengikuti badan dengan membengkok (bending) ke samping.

Kelengkungan tulang belakang ini awalnya bersifat sementara. Jika posisi duduk diperbaiki, dompet yang mengganjal dikeluarkan, posisi panggul disejajarkan, maka tulang belakang yang tadinya melengkung dapat kembali lurus.

Namun, jika kebiasaan duduk dengan dompet mengganjal di satu sisi ini dibiarkan terus-menerus dan berulang dalam jangka waktu yang lama, ketidakseimbangan postur dapat menetap.

Kompensasi tulang belakang yang melengkung akan menyebabkan otot-otot punggung yang menopang tulang belakang juga menjadi tidak seimbang: satu sisi menjadi lebih tegang atau spasme, sedangkan sisi lainnya akan menjadi lebih kendur atau lemah. Lama-kelamaan, juga dapat timbul nyeri atau pegal (back pain) karena ketegangan otot tersebut. Jika sudah timbul nyeri pada punggung, tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup.

Selain itu, secara kosmetik, tubuh tampak tidak simetris: pundak tampak tinggi sebelah, atau pinggul tampak tinggi sebelah. Kondisi ini dapat disebut sebagai skoliosis fungsional atau postural, dimana tulang belakang tampak melengkung atau bengkok ke samping, tetapi tidak disertai rotasi atau twist.

Skoliosis fungsional atau postural bersifat reversibel dan dapat diperbaiki dengan mengubah kebiasaan postur sehari-hari dan melakukan latihan fisik yang spesifik untuk otot-otot tertentu yang mengalami ketidakseimbangan. Otot-otot yang lemah atau lebih kendur di satu sisi dilatih dengan strengthening (penguatan), sedangkan otot-otot pada sisi berlawanan yang lebih tegang (spasme) dilatih dengan stretching (peregangan).

Skoliosis fungsional atau postural berbeda dengan skoliosis murni (true scoliosis). Skoliosis struktural murni yang sesungguhnya merupakan kelainan deformitas tiga dimensi pada tulang belakang. Tulang belakang tidak hanya bengkok atau melengkung ke samping saja, tetapi juga berotasi atau berputar. Rotasi tulang belakang ini dapat dilihat dengan melakukan pemeriksaan Adam test, yaitu pasien diminta untuk berdiri dan membungkuk ke depan kemudian dilihat dari belakang apakah ada punuk (hump) dan lengkungan sepanjang tulang belakang.

Skoliosis murni bersifat ireversibel atau permanen. Pengurangan derajat kelengkungan kurva (Cobb’s angle) dapat diupayakan dengan bracing dan latihan fisik spesifik untuk skoliosis. Pada kasus-kasus tertentu yang berat, juga mungkin dilakukan tindakan operasi. Skoliosis murni tidak dapat dikoreksi atau diperbaiki hanya dengan mengubah kebiasaan postur sehari-hari dan melakukan latihan fisik biasa.

Jika Anda masih sering duduk dengan dompet mengganjal di saku celana belakang, maka sebaiknya Anda segera menyadarinya dan meninggalkan kebiasaan tersebut, demi postur tubuh yang baik dan agar terhindar dari gangguan nyeri punggung di kemudian hari.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security