Spondylolisthesis adalah kondisi dimana terjadinya pergeseran pada satu ruas tulang belakang terhadap ruas tulang belakang lainnya. Spondylolisthesis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor penuaan pada struktur tulang belakang, kelainan bawaan struktur tulang belakang sejak lahir, fraktur (patah tulang) pada tulang belakang, tumor, komplikasi setelah operasi tulang belakang, dan cedera pada tulang belakang.

Slip Disk

Pergeseran Tulang (Slip Disk)

Apakah Terapi Spondylolisthesis Perlu Dilakukan?

Pada umumnya, beberapa gejala yang dikeluhkan penderita spondylolisthesis diantaranya: nyeri punggung yang dapat menjalar ke tungkai, nyeri dan otot terasa tegang pada area paha, rasa kesemutan hingga mati rasa pada area bokong hingga kaki, dan dapat juga terjadi kelemahan atau kelumpuhan pada tungkai (walaupun jarang terjadi). Keluhan-keluhan tersebut timbul akibat cedera pada saraf tulang belakang yang disebabkan oleh penekanan pada saraf karena ruas tulang belakang bergeser. Tentunya perlu dilakukan terapi sejak awal seseorang didiagnosis menderita spondylolisthesis, agar diupayakan untuk mencegah cedera saraf semakin parah dan keluhan memberat. Pada banyak kasus, gejala-gejala pada spondylolisthesis dapat berkurang dengan bantuan terapi konservatif seperti terapi fisik atau penggunaan brace pinggang.

Apa Saja Pilihan Terapi Spondylolisthesis? Apakah Pemakaian Brace Pinggang Efektif?

Ada beberapa faktor pertimbangan untuk menentukan pilihan terapi yang tepat diberikan pada pasien spondylolisthesis, diantaranya adalah tingkat keparahan (seberapa jauh ruas tulang belakang bergeser), sudah berapa lama keluhan berlangsung, dan bagaimana efeknya pada saraf tulang belakang.

Berikut merupakan beberapa pilihan terapi pada spondylolisthesis.

1. Terapi Non Bedah atau Konservatif

Terapi non bedah tidak bertujuan untuk mengembalikan posisi ruas tulang belakang yang bergeser untuk kembali ke posisi semula, melainkan bertujuan untuk membantu meringankan gejala yang timbul akibat spondylolisthesis. Banyak kasus spondylolisthesis ringan yang berespon baik terhadap terapi non bedah seperti terapi fisik dan lain-lain. Berikut beberapa terapi non bedah yang dapat dilakukan untuk pasien dengan spondylolisthesis.

  • Kompres Dingin dan Panas. Secara umum, pemberian kompres dingin dianjurkan sesaat setelah kejadian yang menyebabkan nyeri pada punggung untuk mengurangi rasa nyeri. Sementara pemberian kompres hangat membantu merilekskan otot-otot dan melancarkan peredaran darah.
  • Modifikasi Kegiatan. Dokter akan menyarankan pasien untuk banyak beristirahat, menghindari posisi berdiri atau berjalan dalam waktu yang lama dan menghindari aktivitas atau olahraga yang berat, terutama yang membutuhkan posisi membungkuk atau mengangkat beban berat.
  • Penggunaan brace Spondylogic. Penggunaan brace sebagai penyangga tulang belakang dapat disarankan terutama pada saat pemulihan spondylolisthesis akibat patah tulang pars interarticularis (isthmic spondylolisthesis). Hal ini dapat membantu mengurangi gejala nyeri yang ada dan membantu menjaga posisi tulang belakang. Spondylogic Brace.
brace spondylogic

Brace Spondylogic

  • Terapi Fisik. Salah satunya adalah dengan latihan isometrik dan isotonik yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot punggung dan dapat membantu mengurangi rasa nyeri . Peregangan secara rutin dan progresif pada otot paha terutama otot hamstring juga dianjurkan.
  • Obat-obatan. Obat-obatan analgetik dan anti peradangan seperti golongan NSAIDS sering digunakan karena dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan dapat mengurangi peradangan yang terjadi.
  • Penyuntikan Steroid Epidural. Pemberian suntikan obat steroid pada tulang belakang pasien dapat membantu mengurangi peradangan dan mengurangi rasa nyeri. Namun pemberian suntikan ini biasanya harus tetap didukung oleh terapi fisik dan modifikasi kegiatan oleh pasien.

2. Terapi Bedah

Terapi bedah atau tindakan operasi pada pasien spondylolisthesis bertujuan untuk mengembalikan posisi ruas tulang belakang yang bergeser ke posisi semula. Pertimbangan dilakukannya tindakan bedah ini tentu bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan respon pada pasien terhadap terapi non bedah yang telah diberikan kurang lebih selama 6 bulan.

Bagaimana Cara Mencegah Spondylolisthesis ?

Tentu lebih baik untuk mencegah daripada mengobati, sehingga penting bagi kita mengetahui bagaimana cara mencegah spondylolisthesis. Beberapa cara yang dapat membantu mencegah terjadinya spondylolisthesis adalah:

  • Olahraga secara rutin dan dengan cara yang benar. Terutama olahraga yang dapat menguatkan otot-otot punggung dan leher seperti contohnya olahraga renang.
  • Jaga postur tubuh tetap tegak
  • Jaga berat badan ideal supaya tidak membebani tulang belakang berlebihan
  • Makan- makanan bergizi untuk menjaga kesehatan tulang

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security