Pengertian Ulkus

Ulkus, atau luka terbuka merupakan salah satu masalah serius yang sering ditemukan pada penderita diabetes. Luka pada penderita diabetes dapat terjadi di bagian tubuh manapun, namun kebanyakan mengalaminya di kaki. Bila tidak ditangani dengan baik, amputasi menjadi komplikasi sekaligus pilihan terapi terakhir. Setiap 20 detik, seseorang di suatu bagian dunia harus kehilangan kakinya karena diabetes.

Pengaruh diabetes pada luka

Pada penyakit diabetes, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sulitnya luka untuk sembuh. Kadar gula yang tinggi pada diabetes merusak pembuluh darah serta saraf yang menjaga kesehatan kaki. Peripheral neuropathy yang merupakan penyakit rusaknya saraf tepi akibat gula darah tinggi, menjadi pemicu timbulnya luka. Pada kondisi ini, penderita mengalami penurunan sensasi pada kulit sehingga tidak menyadari timbulnya luka yang kemudian berujung pada telatnya perawatan luka. Hal ini diperparah dengan pembuluh darah yang terganggu, sehingga suplai nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan luka menjadi terhambat. Penurunan sistem imun tubuh mendukung terjadinya proses infeksi yang kemudian diperberat oleh adanya asupan makanan bagi bakteri, yaitu gula yang berlebih pada darah.

Apa yang terjadi bila luka pada penderita diabetes dibiarkan?

Adanya luka pada penderita diabetes haruslah menjadi perhatian, sebab apabila tidak mendapatkan perawatan dengan baik, komplikasi lainnya yang lebih parah dapat terjadi. Hal yang paling serius adalah amputasi. Orang dengan diabetes beresiko 15 kali lebih besar untuk menjalani amputasi akibat ulkus. Sepsis atau infeksi menyeluruh juga dapat membuat penderita tidak sadarkan diri hingga meninggal dunia.

Strategi untuk mencegah luka kaki pada penderita diabetes

Sebelum luka terjadi pada bagian tubuh, berikut terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan, diantaranya:

  • Mengontrol kadar gula darah menjadi kunci utama dalam pencegahan luka diabetes. Kadar gula yang normal dapat mencegah kerusakan pada organ-organ lainnya sehingga tidak memperbesar resiko timbulnya luka yang sulit sembuh.
  • Menjaga kebersihan dan kelembaban kaki. Setelah mencuci kaki, keringkan dengan handuk bersih, terutama di sela-sela jari. Kemudian Anda dapat menggunakan pelembab untuk kaki namun hindari aplikasi pada bagian jemari.
  • Tidak melakukan intervensi terhadap struktur kaki. Bila terdapat daging tumbuh, kaki kapalan, atau bunion pada kaki, janganlah melakukan intervensi sendiri terutama dengan benda-benda yang tidak bersih. Sebaiknya Anda melakukan konsultasi kepada dokter yang merawat
  • Menggunakan alas kaki meskipun di dalam rumah
  • Memilih alas kaki yang tepat atau menggunakan insole. Sepatu yang tidak nyaman merupakan penyebab utama kaki lecet dan luka akibat penyebaran tekanan yang tidak merata pada telapak kaki saat beraktivitas. Kebanyakan rasa nyeri dan luka timbul akibat posisi over-pronasi dimana kaki sedikit menekuk ke dalam dengan lengkungan telapak menjadi rata yang membuat gesekan berlebih pada tumit. Untuk itu, penggunaan sepatu atau tambahan insole dengan bagian depan yang lebar serta bantalan ekstra untuk menyokong lengkungan telapak kaki akan membantu meratakan tekanan yang dibebankan pada kaki.
  • Periksa kaki setiap hari. Periksalah kondisi kaki setiap hari apakah ada lecet, kemerahan, bengkak, atau luka. Anda dapat menggunakan cermin untuk melihat telapak kaki agar lebih mudah.
  • Memotong kuku dengan hati-hati untuk menghindari luka. Pastikan kuku terpotong dengan rapi dan lurus agar tidak melukai jemari. Bantuan dari orang lain dapat berguna bila Anda mengalami kesulitan
  • Berhenti merokok. Kebiasaan merokok dapat memperparah gangguan pada sirkulasi darah yang dialami oleh tubuh penderita diabetes
  • Rutin berolahraga. Jangan biarkan rasa takut akan timbulnya luka menghalangi Anda untuk berolahraga. Latihan fisik rutin meningkatkan kualitas penggunaan insulin dalam tubuh. Selain membantu mengoptimalkan kadar gula darah, olahraga dapat menurunkan proses peradangan serta meningkatkan antioksidan dalam tubuh.

Tips perawatan luka pada penderita diabetes

Apabila Anda terlanjur memiliki luka atau menyadari adanya perubahan pada kulit, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan sejak dini meningkatkan potensi perbaikan luka diabetes. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka, berikut tips yang dapat Anda lakukan:

  • Periksa dan bersihkan luka setiap hari. Lihatlah apakah terdapat perluasan luka atau nanah berbau yang merupakan tanda infeksi. Untuk membersihkannya, gunakan air mengalir dan sabun. Hindari merendam luka, sebab dapat menimbulkan infeksi lebih lanjut.
  • Gunakan salep yang diresepkan oleh dokter setelah membersihkan kaki
  • Tutup luka dengan perban untuk mencegah resiko infeksi. Anda dapat menanyakan kepada dokter mengenai jenis perban yang sesuai untuk luka Anda. Perban sebaiknya diganti secara berkala untuk menekan pertumbuhan bakteri dan menjaga kelembaban yang sesuai untuk penyembuhan luka
  • Kurangi tekanan pada luka. Luka dapat menjadi semakin dalam akibat tekanan yang ditimbulkan oleh pakaian atau sepatu. Hindari mengenakan pakaian yang ketat. Beberapa penderita menggunakan sepatu yang telah dirancang khusus sesuai dengan kondisi kakinya setelah berkonsultasi dengan dokter.
  • Memenuhi asupan nutrisi harian menjadi hal yang penting dalam proses penyembuhan luka. Makanan yang mengandung protein tinggi dapat membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Meskipun begitu, komponen lainnya seperti karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral juga perlu dipenuhi untuk mempercepat penyembuhan luka.
  • Menjaga kadar gula darah. Tidak hanya untuk pencegahan luka, kadar gula yang terkendali juga merupakan kunci dari proses penyembuhan luka. Penerapan pola hidup sehat dan mengkonsumsi obat antidiabetes sesuai anjuran dokter menjadi salah satu upaya dalam mengontrol gula darah.
  • Kontrol luka secara rutin dengan dokter yang merawat. Luka pada diabetes sering meninggalkan sisa jaringan mati di sekeliling luka yang dapat meningkatkan resiko pertumbuhan bakteri. Selain itu, jaringan mati ini mempersulit luka untuk kembali menutup. Untuk itu, lakukan kontrol rutin dengan dokter untuk membersihkan jaringan yang telah mati.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

WhatsApp us
Malcare WordPress Security