0 Items

Skoliosis kongenital  merupakan kelainan perkembangan tulang belakang yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya yang muncul sejak awal masa kehidupan janin dalam kandungan. Skoliosis kongenital merupakan jenis  kasus skoliosis yang sulit ditangani secara medis dan penanganan skoliosis kongenital memiliki kompleksitas yang lebih rumit dibandingkan skoliosis idiopatik. Setiap bayi yang  dilahirkan dengan kecurigaan mengalami skoliosis baik melalui ronsen atau penglihatan kasat mata maka segera memerlukan evaluasi menyeluruh misalnya pemeriksaan CT scan, MRI, untuk memastikan kelianan yang lebih serius dan komplek sepanjang jalur tulang belakangnya.

Prosedur penanganan dapat dilakukan melalui operasi ataupun secara konservatif tergantung kondisi pasien. Pada pasien yang menderita skoliosis kongenital dengan penyakit penyerta lain mungkin diperlukan tindakan operatif. Namun pada pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta pilihan terapi konservatif seperti dengan brace dapat dilakukan, karena tindakan operasi tetap memiliki resiko yang tinggi.

Skoliosis kongenital dapat menimbulkan efek komplikasi kesehatan serius seperti kelumpuhan, gangguan pernafasan dan jantung, hal ini disebabkan gangguan penyerta lainnya yang bersifat lebih progresif dibandingkan skoliosis idiopatik dan neuromuscular.

Penanganan Skoliosis Kongenital.  

Skoliosis kongenital bersifat progresif dan cenderung muncul diawal masa kehidupan. Hal ini menyebabkan pengananan operasi pada pasien yang masih muda memberi dampak resiko terhadap kesehatan pasien seperti proses penyembuhan luka yang lama pasca operasi, patah tulang pasca operasi dan lain sebagainya. Pilihan untuk operasi dapat dipertimbangkan kepada pasien yang memiliki kurva diatas 90 derajat karena beresiko menekan atau mengganggu sistem pernafasan pasien. Pasien yang memiliki derajat skoliosis dibawah 90 derajat dan tidak mengalami kegawatdaruratan akibat skoliosis maka dapat dipertimbangkan untuk menerima terapi konservatif seperti pemasangan brace.

Contoh pasien kami, Skoliosis Kongenital yang kami tangani dengan memakai brace GBW,

Selain Skoliosis kongenital ada jenis lainnya. Apa saja jenis-jenis dari skoliosis? Skoliosis dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasan mengenai masing-masing jenisnya:

1. Skoliosis kongenital

Jenis ini terjadi pada bayi yang baru lahir dan diakibatkan karena tulang belakang belum terbentuk dengan sempurna saat bayi masih di dalam kandungan. Kondisi ini termasuk jarang terjadi.

2. Skoliosis idiopatik

Jenis ini umumnya terjadi pada masa pertumbuhan anak-anak. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada anak berusia 10-18 tahun. Penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui.

3. Skoliosis degeneratif

Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada orang dewasa yang pernah mengidap skoliosis sebelumnya. Tulang belakang penderita akan mengalami aus seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini menyebabkan tulang belakang pun bengkok.

4. Skoliosis neuromuskular

Jenis neuromuskular disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf atau otot. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan penyakit cerebral palsy dan spina bifida.

5. Kifosis Scheuermann

Jenis ini terjadi ketika bagian depan tulang belakang tumbuh lebih lambat dibanding dengan bagian belakang. Hal ini menyebabkan tulang belakang bagian depan menjadi lebih kecil, sehingga tulang belakang pun melengkung.

6. Skoliosis sindromik

Kondisi ini umumnya dikaitkan dengan beberapa sindrom kesehatan, seperti sindrom Marfan dan trisomy 21.

Yuk ikut program Giveaway dan dapatkan berbagai hadiah menarik

00
Months
00
Days
00
Hours
00
Minutes
00
Seconds

Yuk ikut program Giveaway dan dapatkan berbagai hadiah menarik

WhatsApp us
X