Pertanyaan mengenai apa yang menjadi penyebab skoliosis sering muncul, terutama pada orang tua, saat anaknya pertama kali didiagnosis skoliosis oleh dokter. Banyak yang beranggapan bahwa skoliosis diakibatkan oleh kebiasaan membawa tas yang berat di satu sisi pundak atau kesalahan postur sehari-hari. Selain itu, riwayat jatuh pada masa anak-anak sering ditakutkan orang tua menjadi penyebab skoliosis. Apakah benar demikian?

Berdasarkan penyebabnya, Skoliosis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berikut:

1. Skoliosis Neuromuskular

Skoliosis neuromuskular disebabkan karena kelainan neuromuskular seperti contohnya neuromuscular dystrophy dan cerebral palsy.

2. Skoliosis Kongenital

Skoliosis kongenital ditemukan sebagai bawaan sejak lahir. Skoliosis jenis ini disebabkan adanya kelainan saat pembentukan tulang belakang janin.

3. Skoliosis Traumatik

Meskipun jarang terjadi, terdapat skoliosis yang disebabkan oleh kecelakaan atau trauma besar, disebut sebagai skoliosis traumatik. Skoliosis traumatik dapat timbul setelah suatu kecelakaan yang menyebabkan hentakan besar pada tulang belakang. Hentakan besar tersebut dapat menyebabkan fraktur (patah tulang) pada satu atau lebih ruas tulang belakang yang mengakibatkan hilangnya kestabilan tulang belakang dan kemudian dapat menyebabkan skoliosis.

4. Skoliosis Idiopatik

Merupakan skoliosis yang paling sering terjadi pada masa anak-anak dan remaja. Istilah idiopatik artinya belum ditemukan penyebab yang jelas. Walaupun jarang, skoliosis idiopatik juga dapat muncul pertama kali pada usia dewasa (>18 tahun) saat maturitas (kematangan) tulang sudah terjadi.

5. Skoliosis De Novo

Skoliosis de novo pertama kali muncul di usia dewasa (umumnya pada usia >50 tahun), disebabkan terutama oleh proses degeneratif (penuaan) yang terjadi pada ligamen, sendi, atau bantalan ruas-ruas tulang belakang.

Sekitar 8 dari 10 kasus skoliosis merupakan skoliosis idiopatik. Dengan kata lain, mayoritas kasus skoliosis tidak diketahui dan tidak ditemukan penyebab yang jelas.

Skoliosis idiopatik tidak dapat disebabkan oleh trauma atau kecelakaan. Skoliosis idiopatik juga tidak diakibatkan dari kesalahan postur atau kebiasaan sehari-hari. Skoliosis idiopatik mungkin disebabkan kelainan pada genetik seseorang. Peneliti menemukan bahwa 30% dari penderita skoliosis idiopatik memiliki riwayat keluarga dengan skoliosis. Artinya, kecenderungan seseorang untuk menderita skoliosis idiopatik merupakan bawaan dan tidak dapat dicegah.

Riwayat jatuh seperti contohnya jatuh dari sepeda, jatuh saat bermain basket, jatuh dari tempat tidur tidak membuat seorang anak atau remaja menderita skoliosis idiopatik. Riwayat trauma besar seperti contohnya kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian, yang menyebabkan fraktur (patah tulang) pada ruas-ruas tulang belakang mungkin saja menjadi penyebab seseorang menderita skoliosis traumatik. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dan pemeriksaan penunjang seperti X-ray (rontgen) untuk mengidentifikasi jenis skoliosis dan penyebabnya, serta menentukan manajemen atau terapi yang tepat.

Download E-book - Mengenal Skoliosis dan Terapinya

Apakah jatuh dapat menyebabkan skoliosis?
WhatsApp us
Apakah jatuh dapat menyebabkan skoliosis?